Mina Wisata Cipari Terintegrasi dengan Jatigede, Dorong Ekonomi Lokal Jatinunggal

oleh

RADARSUMEDANG.id, JATINUNGGAL – Waduk Jatigede tak hanya berfungsi sebagai pengelola sumber daya air, tetapi juga menyimpan potensi wisata yang kian dikembangkan.

Salah satunya melalui pengembangan budidaya perikanan dan mina wisata di Kampung Cipari, Desa Sarimekar, Kecamatan Jatinunggal, yang digagas PKBM Insan Motekar bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Camat Jatinunggal, Nurhayat, S.STP., menegaskan bahwa langkah ini menjadi upaya strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Nurhayat, kegiatan MPLS di PKBM Insan Motekar tidak hanya mencetak generasi muda yang unggul secara akademis, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata.

“Kolaborasi ini bukan hanya mendukung pendidikan, tapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang sesuai dengan visi pembangunan daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus pelatihan budidaya ikan sistem bioflok dan pengembangan mina wisata, di Gedung Serbaguna PKBM Insan Motekar, Sabtu (30/8).

Ketua Tim PPM SAPPK ITB, Dr. Ir. Kartib Bayu, M.Si., menambahkan, bendungan Jatigede yang megah memiliki daya tarik wisata yang luar biasa jika dikelola dengan tepat. Pihaknya tak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga terlibat dalam desain serta tata kelola mina wisata edukasi.

“Desain dan tata kelola yang baik harus mengutamakan estetika, kenyamanan, keberlanjutan lingkungan, sekaligus pengalaman edukatif bagi wisatawan,” katanya.

Kartib menegaskan, pengembangan mina wisata di Cipari bisa membuka peluang usaha baru, mulai dari homestay, penyewaan alat pancing, hingga jasa pemandu wisata.

“Dengan teknologi dan pemahaman berkelanjutan, Jatigede dapat menjadi destinasi unggulan di Sumedang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PKBM Insan Motekar, Abdul Hamid, S.Pd., MM., menilai kegiatan ini sebagai langkah awal pendidikan holistik. MPLS dan pelatihan bioflok diharapkan tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membuka wawasan siswa tentang pengelolaan potensi alam secara bijak.

“Kami ingin siswa mampu berkontribusi pada pariwisata berbasis alam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Pengembangan wisata berbasis perikanan di Cipari ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat. Dengan integrasi sektor pendidikan, teknologi, dan pariwisata, kawasan Jatigede diyakini bisa tumbuh sebagai pusat ekonomi baru bagi masyarakat Jatinunggal dan sekitarnya. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.