RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Sebagai langkah strategis pengembangan sumber pangan alternatif nasional, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) meresmikan pembangunan Gedung Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE) di Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (9/9).
Inisiatif ini lahir dari gagasan Menteri PPN/Bappenas saat menghadiri panen ubi jalar di Lahan Percobaan Ciparanje Unpad, Juli lalu. Gedung PRAISE menjadi tonggak penting upaya diversifikasi pangan nasional, mengingat ketergantungan pada satu sumber karbohidrat dinilai tidak berkelanjutan.
“Ubi jalar berpotensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif yang dapat mendukung ketersediaan pangan di Indonesia. Pembangunan pusat riset ini adalah langkah awal menuju pengembangan pusat ubi jalar nasional, bahkan internasional di masa mendatang,” kata Prof. Rachmat Pambudy dalam sambutannya.
Prof. Rachmat menegaskan, keberadaan pusat riset ini sejalan dengan mandat Bappenas sebagai sekretariat nasional Sustainable Development Goals (SDGs).
“Di SDGs ada isu kemiskinan, lingkungan, pangan, air. Semua itu ada hubungannya dengan apa yang kita kerjakan hari ini,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembangunan pusat riset ubi jalar merupakan bagian dari revolusi pangan berbasis plasma nutfah Indonesia.
“Sudah waktunya kita membangun peradaban baru melalui revolusi pangan yang diciptakan oleh ahli dari Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengapresiasi dukungan Bappenas, FAO, serta mitra strategis lain dalam realisasi PRAISE. Ia menekankan seluruh fakultas di Unpad siap berkolaborasi untuk menjadikan PRAISE sebagai pusat riset unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
“Saat ini Unpad memiliki 18 fakultas, dan semua akan bergabung untuk memakmurkan fasilitas ini. Kehadiran PRAISE diharapkan menjadi awal rangkaian inovasi riset pangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi bangsa,” ujar Rektor Arief. (tha)





