Harga Lahan di Kawasan Lingkar Utara Jatigede Melonjak 10 Kali Lipat

oleh
MELONJAK : Foto udara Jalan Lingkar Utara Jatigede, yang barus saja dioperasikan. Harga lahan di jalur tersebut kini melonjak hingga 10 kali lipat. (Agun Gunawan/Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, CISITU – Harga lahan di lintasan Jalan Lingkar Utara Jatigede Kecamatan Cisitu, mengalami kenaikan signifikan setelah jalur sepanjang 4,24 kilometer itu resmi beroperasi awal September 2025.

Di Blok Babakan Citegal, Desa Situmekar, Kecamatan Cisitu, misalnya, harga lahan kini melonjak hingga sepuluh kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Kurnaesih (55), warga setempat, menyebutkan harga tanah di kawasan tersebut yang semula sekitar Rp500 ribu per bata, kini tak kurang dari Rp5 juta per bata.

“Sekarang mah lima juta (Rp5 juta) per bata juga gak bakal dikasih (dijual),” kata Kurnaesih, Jumat (19/9).

Menurutnya, lahan yang mengalami kenaikan harga itu berupa lahan kebun dan area yang berpotensi dijadikan pemukiman.

“Dulu dengan harga segitu saja (Rp500 ribu) jarang ada yang mau beli, karena wilayahnya jauh kemana-mana,” katanya.

Hal senada disampaikan Ilham, warga lainnya. Menurutnya, keberadaan Jalur Jatigede membuat kawasan menjadi lebih strategis.

“Sekarang akses ke segala wilayah jadi mudah. Dampaknya harga lahan naik, wilayah juga jadi ramai,” ujarnya.

Jalan Lingkar Utara Jatigede sendiri dibangun untuk memperkuat aksesibilitas menuju Bendungan Jatigede serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumedang dan Majalengka. Jalan ini melengkapi jalur lingkar lain di sekitar Waduk Jatigede, yaitu Lingkar Selatan-Barat dan Lingkar Timur.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menilai pembangunan jalan ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.

“Dengan adanya Lingkar Utara Jatigede, konektivitas kawasan Jatigede semakin sempurna, dan ini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru,” katanya. (gun)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.