RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Pemerintah Kecamatan Jatinangor menggelar kegiatan Rembug Stunting pra-Musrembang Desa dengan cara berkeliling ke setiap desa sejak Senin hingga Rabu (21–22 Januari 2025). Dari 12 desa, enam desa telah didatangi, sementara enam lainnya dijadwalkan menyusul.
Camat Jatinangor, Herman Suwandi, menegaskan rembuk stunting menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes).
“Rembug stunting harus digelar sebelum musrembang. Silakan ibu-ibu menyampaikan apa saja yang perlu dipersiapkan dalam rangka menurunkan angka stunting,” ujarnya, Selasa (22/1) lalu.
Herman menekankan penanganan stunting harus menyeluruh, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.
“Yang paling penting adalah bagaimana angka stunting di Kecamatan Jatinangor bisa terus menurun, bahkan mencapai new zero stunting,” katanya.
Selain membahas stunting, Herman juga mengingatkan masyarakat soal kepatuhan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Menurutnya, capaian target PBB turut menopang pembangunan desa.
Dalam kegiatan itu hadir pula Kepala UPTD Dalduk Wilayah Jatinangor, Yusuf, dan Kepala UPTD Puskesmas Jatinangor, Dedi. Keduanya mendampingi camat dalam memantau jalannya rembuk di desa-desa.
Sejumlah kepala desa menyampaikan hasil positif. Kepala Desa Cibeusi, H. Jajang, menuturkan angka stunting di wilayahnya turun signifikan berkat kerja keras para kader dan posyandu.
“Semua kader bekerja dengan baik, turun langsung ke lapangan, dan hasilnya memuaskan. Mudah-mudahan tahun 2026 bisa new zero stunting,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Cikeruh, Ii Jai, S.A.P. Ia menilai kekompakan kader PKK menjadi kunci utama.
“Semua program dari kecamatan dilaksanakan dengan baik. Untuk perencanaan 2026, harus lebih tertata agar target new zero stunting bisa tercapai,” katanya.
Usai rembuk, jajaran pemerintahan desa bersama staf Kecamatan Jatinangor turut menyisir wilayah untuk memastikan pembayaran PBB berjalan lancar. (tha)






