Pilot Asing Paralayang Jatuh Hati pada Langit dan Kuliner Sumedang

oleh
Para Pilot Mancanegara saat berpartisipasi menari ketuk tilu pada Closing Ceremony West Java Paragliding Championship 2025 di Lapangan PPS, Minggu malam (28/9/2025)

RADARSUMEDANG.id – Di balik kompetisi ketat West Java Paragliding Championship 2025, tersimpan kisah personal para pilot mancanegara yang terpesona oleh keindahan alam dan keramahan masyarakat Sumedang. Bagi mereka, pengalaman terbang di langit biru Sumedang bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga kenangan indah yang sulit dilupakan.

Salah satunya datang dari Josef Lutolf, pilot asal Swiss. Ia mengaku kagum dengan kondisi alam Sumedang yang disebutnya sebagai lokasi terbaik untuk melakukan penerbangan berputar paralayang. “Sumedang nomor satu, bagus sekali untuk terbang paralayang. Makanannya enak, orang-orangnya ramah, perempuannya baik-baik. Saya suka bala-bala dan combro, rasanya enak dan approve pokoknya,” ujarnya sambil tersenyum.

Josef bercerita bahwa dirinya memiliki ikatan emosional dengan Indonesia. Keluarganya berasal dari Kalimantan dan Jawa Timur, sementara orang tuanya merupakan transmigran dari Wonogiri. Ia juga menyampaikan bahwa ini adalah kali keduanya datang ke Sumedang setelah sebelumnya ikut kompetisi di tahun 2024. “Pengalaman terindah saya adalah saat berada di Sumedang, bahkan lebih indah dibandingkan ketika saya ikut kompetisi di Palu,” sebutnya.

Kesan serupa diungkapkan Sunbog Kim, pilot paralayang asal Korea Selatan. Menurutnya, kondisi angin dan cuaca di Sumedang sangat mendukung untuk olahraga paralayang. “Tempat ini bagus sekali untuk terbang. Cuacanya mendukung, arah anginnya pas, bahkan panasnya justru dibutuhkan untuk terbang. Banyak juga gadis cantik di sini,” katanya sambil tersenyum.

Lebih dari sekadar lomba, Sunbog menilai dukungan warga Sumedang terhadap kegiatan paralayang membuat atmosfer kompetisi semakin meriah. Ia pun berjanji akan kembali ke Sumedang di tahun berikutnya. “Ini adalah kunjungan saya yang kedua ke Sumedang, dan sekarang kondisinya jauh lebih bagus dibanding sebelumnya. Tempat ini benar-benar istimewa untuk paralayang,” tuturnya.

Pengalaman Josef dan Sunbog menjadi bukti bahwa West Java Paragliding Championship 2025 tidak hanya berhasil mendongkrak citra Sumedang sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, tetapi juga menghadirkan kesan mendalam bagi para atlet mancanegara. Langit Sumedang bukan sekadar arena adu ketangkasan, melainkan ruang pertemuan budaya, keramahan, dan keindahan yang membekas di hati para tamu dunia.(jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.