RADARSUMEDANG.id, KOTA – Gerakan Solidaritas Kemanusiaan (GSK) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang menghadapi tantangan berat dalam penggalangan dana tahun 2025. Hingga akhir September, dana yang terkumpul baru mencapai Rp118,015 juta atau sekitar 8,09 persen dari target Rp1,459 miliar.
Meski masih jauh dari target, dukungan tidak hanya datang dalam bentuk uang. Sedikitnya 14 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan 10 kecamatan telah menyumbangkan barang layak pakai untuk mendukung gerakan kemanusiaan tersebut.
Wakil Bupati Sumedang sekaligus Ketua Panitia GSK PMI 2025, M. Fajar Aldila, menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi alarm untuk mempercepat langkah dalam dua bulan terakhir.
“Masih ada waktu hingga November. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk akselerasi, memperkuat kolaborasi, dan mencari terobosan dalam strategi penghimpunan dana,” kata Fajar dalam rapat evaluasi di Aula PMI Sumedang, Kamis (2/10/2025).
Fajar mengingatkan agar evaluasi tidak sekadar menjadi agenda formal tahunan, tetapi ruang refleksi untuk mengidentifikasi kendala, baik teknis maupun non-teknis.
“Harus berani mencari solusi nyata. Forum ini harus melahirkan langkah strategis dan terukur,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada staf dan relawan PMI yang disebutnya sebagai motor penggerak solidaritas kemanusiaan di Sumedang. Namun, Fajar berharap peran kecamatan dan instansi dapat lebih dioptimalkan agar target besar yang dicanangkan bisa tercapai.
“Dua bulan ke depan adalah penentu. Sinergi seluruh pemangku kepentingan, inovasi dalam penghimpunan dana, serta peningkatan partisipasi masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan GSK tahun ini,” tegasnya. (gun)






