RADARSUMEDANG.id, DARMARAJA – Ratusan keluarga di Dusun Cilembu, Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, mengalami krisis air bersih sejak akhir September lalu. Kondisi ini ironis, lantaran lokasi dusun tersebut berdekatan dengan Waduk Jatigede.
Kepala Desa Pakualam, Sopian Iskandar, mengatakan sekitar 200 kepala keluarga terdampak akibat kemarau panjang, dan diperparah dengan kerusakan pipa PDAM. Hampir seluruh warga di wilayah itu mengandalkan pasokan dari PDAM sebagai sumber air bersih.
“Krisis air bersih di sini terjadi sejak September akhir kemarin. Karena di sini sudah lama tidak hujan, dan ada pipa yang rusak, warga kesulitan mengakses air bersih,” ujar Sopian, Minggu (5/10).
Sopian menambahkan, warga yang tinggal di pinggir jalan paling terdampak karena sepenuhnya bergantung pada PDAM. Sementara warga yang berada di bagian dalam dusun masih bisa memanfaatkan sumur.
Untuk mengatasi krisis ini, Pemerintah Desa Pakualam telah meminta bantuan distribusi air bersih dari BPBD Sumedang. Dalam sepekan terakhir, BPBD menyalurkan bantuan air sebanyak 25 ribu liter dan kembali mengirimkan 15 ribu liter.
“Alhamdulillah minggu kemarin 25 ribu liter, respon cepat dari BPBD bahkan sampai jam 1 malam warga rela nunggu air. Dan sekarang 15 ribu liter lagi bantuan dari BPBD,” ucap Sopian.
Sementara itu, seorang warga Cilembu, Dara Haetin, mengaku bantuan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari.
“Sangat terbantu sekali, buat masak, minum. Kalau tidak ada air sangat kerepotan, nyuci pakaian juga harus ke sumur yang jaraknya lumayan jauh,” ungkap Dara. (gun)







