RADARSUMEDANG.id – Setelah mengumumkan rencana perilisan single terbaru bertajuk Al-Aqsha Haqquna, grup nasyid legendaris Shoutul Harokah kembali hadir dengan agenda konser kemanusiaan bertajuk “Humanitarian Concert for Freedom”. Acara ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas memperingati dua tahun serangan di Gaza.
Konser perdana akan digelar pada Minggu, 12 Oktober 2025, bertempat di Gedung Kesenian Aryo, Jl. Kenari, Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Acara dimulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB dan terbuka untuk umum.
Selain Shoutul Harokah, konser tersebut juga menghadirkan penyanyi nasyid Alfina Nindiyani. Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) bekerja sama dengan sejumlah lembaga kemanusiaan, di antaranya Qupro Indonesia dan Aksi Kemanusiaan Indonesia (AKSI).
Mengusung tema “2 Years Attack on Gaza”, konser ini bertujuan menggalang dukungan moral dan donasi kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Para pengunjung dapat menyalurkan donasi terbaik melalui rekening resmi BSI 7325719774 a.n AKSI LMI, dengan konfirmasi transfer ke nomor 0857-3049-9994.

Dalam pernyataannya, salah satu personel Shoutul Harokah, H. Ridwan Solichin (Kang Rinso), mengungkapkan bahwa konser ini akan menjadi bagian dari rangkaian tur dakwah musik mereka ke sejumlah kota, termasuk Kediri dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.
“Insya Allah setelah Blitar, kami akan hadir juga di Kediri dan beberapa daerah lain. Kami ingin terus menyuarakan pesan kemerdekaan dan kemanusiaan melalui lagu,” ujarnya.
Lagu terbaru Shoutul Harokah, Al-Aqsha Haqquna, akan menjadi salah satu penampilan utama dalam konser tersebut. Lagu ini didedikasikan untuk mengenang peristiwa Thufanul Aqsha pada 7 Oktober 2023, sekaligus sebagai bentuk seruan agar dunia tidak melupakan perjuangan rakyat Palestina.
Shoutul Harokah sendiri dikenal sejak era 2001-an sebagai grup nasyid yang konsisten membawa pesan perjuangan, ukhuwah, dan pembebasan Palestina. Lagu-lagu mereka seperti Palestina Tercinta dan Merah Saga menjadi ikon semangat pergerakan dakwah mahasiswa pada masanya. (Rik)







