RADARSUMEDANG.id, TANJUNGMEDAR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumedang mengakibatkan tebing setinggi kurang lebih 20 meter di Blok Pasirsela, Dusun Cisempak, Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjungmedar, longsor pada Rabu (5/11) dini hari. Material longsor menutup seluruh badan Jalan Provinsi penghubung Sumedang–Subang, sehingga arus lalu lintas lumpuh total.
Sejumlah kendaraan, termasuk truk pengangkut air mineral dari arah Subang, terjebak akibat tertutupnya akses jalan. Seorang sopir truk, Didin (35), mengaku sudah terhenti di lokasi sejak pukul 02.00 WIB.
“Saya sudah terjebak hampir 6 jam sejak kejadian sekitar pukul 2.00 dini hari. Ada jalan alternatif, tapi jalannya kecil dan berisiko untuk truk,” ujarnya.
Petugas gabungan dari BPBD Sumedang, Dinas Pekerjaan Umum, TNI, Polri, dan Forkopimcam Tanjungmedar segera dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Satu unit ekskavator dan beberapa dump truk diterjunkan guna mempercepat proses evakuasi tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan utama tersebut.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, turut meninjau langsung lokasi kejadian. Ia memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Forkopimcam Tanjungmedar bersama BPBD sudah bergerak sejak dini hari. Alhamdulillah, bantuan alat berat dari UPTD 4 Provinsi Jawa Barat dan Dinas PU sudah tiba di lokasi. Kami targetkan pembersihan selesai hari ini,” kata Fajar.
Menurut Fajar, longsor diduga dipicu sumbatan saluran air di atas tebing yang menyebabkan rembesan dan membuat kontur tanah menjadi labil. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait rencana pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk mencegah kejadian serupa.
“Tadi kami sudah berdialog dengan UPTD PU Provinsi Jawa Barat agar ke depan dapat dilakukan pembangunan TPT,” tambahnya.
Selama proses evakuasi, akses jalan sementara ditutup total. Kendaraan bermotor dialihkan melalui jalur alternatif di kawasan Ciseumpak, meski sebagian pengendara memilih menunggu pembukaan jalan utama.
“Arus lalu lintas ditutup, kendaraan kecil maupun roda dua diarahkan melewati jalur alternatif Ciseumpak. Tapi banyak yang memilih menunggu. Mudah-mudahan hari ini proses pembersihan selesai,” tuturnya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat serta pengguna jalan untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan di wilayah Sumedang masih tinggi.
“Kami minta pengguna jalan berhati-hati, terutama saat melintas di daerah rawan longsor. Cuaca masih tidak menentu,” ujar Fajar. (gun)







