RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Yayasan Al Ma’soem Bandung kembali menggelar Multi Event in Science Sport & Art (MESSA) ke-30 yang di dalamnya terdapat kejuaraan bulutangkis antar pelajar pada 3–9 November 2025.
Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi sekaligus mengasah kemampuan di bidang olahraga, seni, dan sains.
Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumedang, Indra Jayaatmaja, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis dalam MESSA ke-30 tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini berperan penting dalam pembinaan atlet muda di tingkat pelajar.
“Melalui ajang seperti ini, para atlet muda punya wadah untuk menunjukkan kemampuan dan pengalaman bertanding sejak dini. Kami melihat antusiasme peserta luar biasa, ini bukti bahwa semangat olahraga di kalangan pelajar sangat tinggi,” ujarnya.
Indra menambahkan, keterlibatan sekolah dalam mengadakan turnamen olahraga menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab klub atau federasi, tetapi juga lembaga pendidikan.
“PBSI Sumedang tentu mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Terima kasih kepada Yayasan Al Ma’soem yang selalu konsisten membina prestasi olahraga, khususnya bulutangkis,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana MESSA ke-30, Ayi Mirajul Mukminin, melalui Koordinator Bulutangkis Dendi Rukmana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan Yayasan Al Ma’soem Bandung yang sudah berjalan selama tiga dekade. Namun, khusus untuk cabang bulutangkis, kompetisi baru digelar selama lima tahun terakhir.
“Tahun ini peserta cukup banyak, ada 409 atlet pelajar dari Kabupaten dan Kota Bandung, Sumedang, Majalengka, Subang, Tasikmalaya, Ciamis, dan Purwakarta,” ujar Dendi.
Ia menjelaskan, kejuaraan bulutangkis MESSA dibagi menjadi dua kategori utama, yakni tunggal SD dan tunggal SMP. Untuk tingkat SD, pertandingan dibagi lagi menjadi tiga kelompok: kelas 1–3, kelas 4, dan kelas 5–6. Sedangkan untuk tingkat SMP tidak ada pembagian kelas.
“Pembagian kategori ini agar pembinaan sesuai dengan usia dan kemampuan anak, jadi mereka bisa berkembang bertahap,” terangnya.
Dendi menambahkan, tujuan utama dari penyelenggaraan kejuaraan ini bukan hanya sebagai ajang prestasi, tetapi juga wadah promosi pendidikan Yayasan Al Ma’soem.
“Harapannya melalui kegiatan ini, Al Ma’soem semakin dikenal luas. Mudah-mudahan para peserta yang ikut tertarik untuk melanjutkan pendidikan di sini. Selain itu, kami ingin menemukan bibit-bibit unggul yang ternyata banyak sekali terpendam di sekolah-sekolah,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa turnamen yang berlangsung selama sepekan ini menjadi ajang pembinaan karakter, sportivitas, dan kerja keras di kalangan pelajar.
“Selain berkompetisi, anak-anak juga belajar disiplin, pantang menyerah, dan saling menghargai. Itu nilai-nilai penting yang kami tanamkan lewat olahraga,” pungkasnya. (tha)







