RADARSUMEDANG.id — Memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun ini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada sosok-sosok yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, tetapi juga kepada tokoh-tokoh daerah yang tengah diusulkan mendapat pengakuan serupa.
Dari Provinsi Jawa Barat, sejumlah nama besar kembali diusulkan ke pemerintah pusat melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). Di antara mereka, terdapat pula tiga tokoh asal Kabupaten Sumedang yang dinilai berjasa besar dalam perjuangan bangsa.
Proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional dilakukan berjenjang, dimulai dari pemerintah kabupaten/kota, kemudian diverifikasi oleh TP2GD Provinsi Jawa Barat, dan akhirnya dibahas oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di bawah Kementerian Sosial. Penetapan resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden setelah proses kajian sejarah dan dokumen pendukung dinyatakan lengkap.
Tokoh Asal Jawa Barat yang Diusulkan
1. KH Abbas Abdul Jamil (Cirebon)
Lahir di Cirebon pada 26 Oktober 1883, KH Abbas dikenal sebagai ulama kharismatik dari Pesantren Buntet. Ia berperan penting dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dengan memimpin pasukan Hizbullah. Dikenal sebagai “Singa dari Barat”, perjuangannya menjadi simbol keberanian santri mempertahankan kemerdekaan. Namanya resmi diajukan ke pemerintah pusat oleh Pemkab Cirebon pada tahun 2025.
2. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Bandung)
Lahir di Batavia, 17 Februari 1929. Tokoh hukum internasional ini dikenal sebagai arsitek konsep Negara Kepulauan (Archipelagic State) yang memperkuat kedaulatan maritim Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman (1974–1978) dan Menteri Luar Negeri (1978–1988). Pemerintah Jawa Barat telah mengusulkan Mochtar Kusumaatmadja sejak 2022.
3. KH Sholeh Iskandar (Bogor)
Ulama dan pejuang kelahiran 1922 ini dikenal memimpin Laskar Rakyat Bogor dalam perjuangan melawan penjajah. Pasca-kemerdekaan, ia mendirikan Universitas Ibn Khaldun dan Pesantren Al-Ghazaly. Nama KH Sholeh Iskandar telah diusulkan ke pemerintah pusat sejak 2023 oleh TP2GD Kota Bogor.
4. Inggit Garnasih (Bandung)
Inggit Garnasih (1888–1984) dikenal sebagai istri Presiden Soekarno yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan. Ia menjadi simbol kesetiaan, keteguhan, dan kemandirian perempuan Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengusulkan Inggit Garnasih sebagai calon Pahlawan Nasional pada tahun 2024 setelah sebelumnya sempat diajukan pada 2020.
5. Raden Ayu Lasminingrat (Garut)
Pelopor pendidikan perempuan Sunda yang mendirikan sekolah bagi anak-anak perempuan di Garut. Ia menerjemahkan buku-buku pendidikan dari bahasa Belanda ke Sunda agar lebih mudah dipahami. Usulan resmi Pemkab Garut untuk menjadikan R.A. Lasminingrat sebagai Pahlawan Nasional kembali diajukan pada 2025.
Tokoh dari Sumedang yang Diusulkan
6. Mayor Achmad Abdurahman (Sumedang)
Mayor Achmad Abdurahman adalah komandan Batalyon II/Tarumanegara yang gugur dalam pertempuran di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, Sumedang pada 11 April 1949. Dikenal sebagai pahlawan lokal Sumedang, ia memimpin pasukan Siliwangi mempertahankan wilayah dari agresi Belanda.
Pengusulan namanya sebagai calon Pahlawan Nasional telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang sejak tahun 2019, dan terus diperkuat dengan dokumen sejarah tambahan pada 2021. Hingga kini, usulannya masih dalam proses kajian di TP2GD Jawa Barat.
7. Pangeran Kornel (Kusumahdinata IX)
Pangeran Kornel, atau Raden Tumenggung Soeria Koesoemah Adinata IX, merupakan Bupati Sumedang yang dikenal menolak tunduk pada kolonial Belanda dan memilih berpihak kepada rakyat. Ia memimpin Sumedang pada masa transisi kekuasaan kolonial awal abad ke-19 dan dikenal karena keberaniannya menolak perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels.
Usulan pengangkatan Pangeran Kornel sebagai Pahlawan Nasional sudah pernah disampaikan ke pemerintah pusat sejak 2010, dan kini sedang dihidupkan kembali oleh Pemkab Sumedang bersama akademisi lokal.
8. Pangeran Mekah (Raden Aria Soeriaatmadja)
Pangeran Mekah adalah Bupati Sumedang periode 1882–1919. Ia dikenal karena jasa-jasanya dalam membangun pendidikan dan infrastruktur daerah, serta memperjuangkan otonomi rakyat Sumedang dari tekanan kolonial.
Pengusulannya sebagai calon Pahlawan Nasional sempat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang pada tahun 2020, bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Sumedang ke-442. Sejumlah sejarawan lokal mendukung usulan ini karena kontribusinya terhadap pembangunan dan perlawanan nonfisik terhadap penjajahan.
Dari Sumedang hingga Cirebon, dari Bogor hingga Garut, Jawa Barat terus melahirkan tokoh-tokoh yang berjasa bagi bangsa. Pengusulan mereka sebagai Pahlawan Nasional menjadi bukti bahwa perjuangan lokal memiliki arti besar bagi sejarah nasional Indonesia. Hari Pahlawan menjadi momentum untuk mengenang, meneladani, dan meneruskan perjuangan mereka di masa kini.(Net)







