RADARSUMEDANG.id, RANCAKALONG — Siswa-siswi SMPIT dan SMAIT Insan Sejahtera yang tergabung dalam grup Ensemble Musik Insan Sejahtera turut berpartisipasi memeriahkan agenda seni Ekosistem Budaya Kasumedangan di Geoteater Rancakalong, Sabtu (6/12/2025). Penampilan mereka mendapat apresiasi dari pengunjung karena menyuguhkan musik angklung, kawih, serta tarian tradisional Sunda.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya Kawih Kanca Indihiang Mang Koko, serta penampilan Kreativitas Musik Tradisi SMPN 1 Pamulihan yang turut memperkaya ragam seni yang dipentaskan.
Siswa-siswi Sekolah Insan Sejahtera tampil antusias membawakan lagu-lagu daerah Sunda seperti Jaleuleuja dan Oray-orayan. Musik tersebut dikombinasikan dengan tarian Sunda, termasuk Jaipongan, serta permainan tradisional anak oray-orayan yang melibatkan interaksi ceria antara para pelajar dan penonton.
Kepala SMPIT Insan Sejahtera, Khodijah Mustaqimah, SE, M.Si, menyampaikan bahwa keikutsertaan para siswa dalam kegiatan seni tersebut merupakan bentuk dukungan dunia pendidikan terhadap pelestarian budaya Sunda, sekaligus bagian dari implementasi program Sumedang Puser Budaya Sunda (SPBS).
“Keterlibatan siswa-siswi Sekolah Insan Sejahtera sangat kami sambut baik. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas daerah. Ini juga menjadi upaya kami menyiapkan generasi emas 2045 yang berkarakter dan berbudaya,” ujar Khodijah.
Khodijah menambahkan bahwa keberadaan Ekosistem Budaya Kasumedangan di Geoteater Rancakalong menjadi ruang ekspresi seni yang terus berkembang dan dapat dimanfaatkan oleh pelajar untuk menyalurkan kreativitasnya.
Pihak sekolah turut mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, yang telah membuka ruang kreatif bagi para pelajar.

“Setiap talenta adalah benih yang harus tumbuh. Jika bukan generasi sekarang, siapa lagi yang akan meneruskan kelestarian budaya Sunda,” tambahnya.
Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, Hj. Yani Citraeni, SE, M.Pd, turut memberikan apresiasi atas keterlibatan siswa-siswi Sekolah Insan Sejahtera dalam agenda budaya tersebut. Menurutnya, kegiatan seni tradisional merupakan sarana efektif membentuk karakter positif dan memperkaya pengalaman belajar peserta didik.
“Kami bangga anak-anak berani tampil, berkreativitas, dan membawa nama sekolah dalam ruang budaya terbuka seperti ini. Semoga pengalaman ini menumbuhkan kecintaan mereka terhadap seni tradisional dan memperkuat nilai-nilai budaya di lingkungan sekolah,” ujar Umi Yani, sapaannya.
Seperti diberitakan sebelumnya ekosistem budaya di kawasan Geoteater Rancakalong terus berkembang melalui pembangunan fasilitas dan wahana edukasi baru. Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa kawasan tersebut kini menjadi ruang belajar, wisata, sekaligus pertunjukan seni yang semakin lengkap.
Area sekitar gedung utama berarsitektur Sunda kini dilengkapi saung bambu bernuansa tradisional beserta perlengkapan dapur zaman dulu. Fasilitas ini menjadi media edukasi bagi para pelajar untuk mengenal warisan nenek moyang.
Selain menyaksikan pertunjukan seni Kasumedangan, pelajar yang berkunjung juga dapat mengikuti wisata edukasi budaya, mulai dari latihan gamelan, tari, Tarawangsa, hingga kaulinan barudak atau permainan anak tradisional.
Program ini diharapkan menjadi alternatif kegiatan positif agar generasi muda tidak terus terpaku pada gawai dan lebih mengenal budaya lokal.(Rik)





