RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG KOTA – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengingatkan pentingnya edukasi politik kepada masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Ia menegaskan agar warga tidak terjebak memilih calon kepala desa karena iming-iming bantuan sesaat, melainkan berdasarkan visi dan kreativitas calon pemimpin desa.
“Berikan pemahaman kepada masyarakat agar memilih kepala desa yang visioner dan kreatif. Jangan memilih hanya karena sering memberi sembako. Jika masyarakat teredukasi dengan baik, Sumedang akan lebih cepat maju,” ujar Fajar saat memberikan arahan pada kegiatan Pembinaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, di Command Center DPMD, baru-baru ini.

Dalam arahannya, Fajar menekankan agar DPMD bekerja lebih aktif, kolaboratif, dan responsif terhadap dinamika pelayanan publik. Menurutnya, tuntutan pelayanan masyarakat saat ini semakin kompleks sehingga peningkatan kinerja aparatur menjadi sebuah keharusan.
“Transparansi harus dikedepankan untuk membangun kepercayaan masyarakat. Jangan sampai citra baik pemerintah daerah yang sudah terbangun justru luntur,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DPMD untuk menjaga integritas dan profesionalisme sebagai abdi negara. Selain itu, Fajar meminta Kepala DPMD agar lebih aktif mengoordinasikan pembinaan terhadap 270 desa yang ada di Kabupaten Sumedang.

Selain isu Pilkades, Fajar turut menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di wilayah desa. Ia menilai masih banyak desa, terutama yang berada di bantaran sungai, belum memiliki kesadaran dan sistem pengelolaan sampah yang memadai.
“DPMD harus ikut mengedukasi aparatur dan masyarakat desa. Bisa berkolaborasi dengan DLHK, mulai dari pemetaan data hingga pendampingan langsung di lapangan,” pintanya.
Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan menyampaikan bahwa Pilkades serentak tahun 2026 akan digelar di 93 desa yang tersebar di 26 kecamatan. Pelaksanaan Pilkades tersebut direncanakan menggunakan sistem digital.
“Meski tantangannya cukup besar, kami akan berupaya maksimal agar Pilkades serentak berbasis digital ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Widodo. (jim)





