Ada Kontes Ayam Pelung di PPS

oleh

RADARSUMEDANG.id  – Kontes Ayam Pelung Nasional bertajuk “Mamajar Kasih”, akan digelar di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Minggu (21/12) besok.  Sebanyak 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dipastikan ambil bagian dalam kegiatan ini.

Kehadiran ratusan pehobi dan penggemar ayam pelung dari luar daerah diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor UMKM hingga jasa pariwisata.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, kontes ini tiidak sekadar menjadi ajang adu kualitas suara ayam pelung, tapi juga diproyeksikan sebagai media pelestarian budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata daerah.
“Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendukung kegiatan yang berbasis budaya dan kearifan lokal,” kata Dony, baru-baru ini.
Menurut Bupati Dony, kontes ayam pelung memiliki nilai strategis karena memadukan aspek budaya, ekonomi, dan pariwisata.
“Event seperti ini harus dikemas dengan baik agar manfaatnya dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh komunitas, tetapi juga masyarakat umum,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar promosi kegiatan dilakukan secara kreatif melalui berbagai media agar mampu menarik perhatian publik.
Selain itu, bupati meminta agar penyelenggaraan kontes dikolaborasikan dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), khususnya melalui pertunjukan seni dan budaya lokal khas Sumedang.
“Kolaborasi dengan seni dan budaya daerah akan memperkuat identitas Sumedang sekaligus menjadi sarana promosi budaya kepada tamu dari luar daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Himpuanan Peternak Penggemar Ayam Pelung Indonesia (HIPAPI), Kundrat, menjelaskan bahwa pemilihan Sumedang sebagai tuan rumah didasarkan pada kuatnya basis komunitas ayam pelung di daerah tersebut.
Adapun, peserta berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, DI Yogyakarta, Banten, hingga DKI Jakarta.
Menurut Kundrat, kontes ayam pelung merupakan salah satu bentuk pelestarian ternak lokal melalui pendekatan budaya.
“Di Jawa Barat, pelestarian ternak erat dengan budaya, seperti domba adu dan kuda renggong. Ayam pelung juga kami lestarikan melalui kontes yang bernilai budaya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, HIPAPI berharap ayam pelung tidak hanya dikenal sebagai ternak unggulan, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya yang mampu memperkaya identitas daerah dan memperkuat daya tarik wisata Sumedang. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.