Air Busa Jadi Magnet, KWP Pangjugjugan Dipadati Wisatawan Libur Tahun Baru

oleh

RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Kolam renang dengan air busa menjadi daya tarik utama Kampung Wisata Pangjugjugan (KWP) yang berlokasi di Dusun Babakan Anjun, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Destinasi wisata keluarga ini dipadati pengunjung selama libur Tahun Baru 2026.

Kolam renang air busa tersebut menjadi salah satu wahana favorit masyarakat yang ingin menikmati libur akhir tahun bersama keluarga. Selain menawarkan sensasi bermain air yang berbeda, kawasan wisata ini juga menyediakan beragam wahana air dan permainan keluarga.

Pengelola Kampung Wisata Pangjugjugan, Gaosul Anam, mengatakan, di kawasan wisata tersebut pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas, seperti kolam air busa, kolam arus, wahana air tumpah, serta perosotan untuk anak-anak maupun dewasa. Pengelola juga menyiapkan fasilitas penunjang berupa kamar ganti dan kamar bilas yang memadai.

Seiring meningkatnya minat wisatawan, pengelola melakukan penyesuaian harga tiket. Tiket kolam renang yang sebelumnya Rp15 ribu kini menjadi Rp20 ribu per orang, terhitung mulai 3 Januari 2026.

Sementara tiket wahana dibanderol Rp30 ribu per orang, sudah termasuk tiket kolam renang dan minuman ringan gratis seperti jus atau teh manis.

Selain wahana air, KWP Pangjugjugan juga menyediakan berbagai aktivitas lain, di antaranya flying fox dengan lintasan sekitar 150 meter tarif Rp15 ribu, serta lintasan lebih panjang Rp50 meter dengan tarif Rp25 ribu.

Wahana panahan dikenakan tarif Rp15 ribu untuk 10 anak busur, sedangkan wahana ATV dibanderol Rp25 ribu untuk empat putaran.

Pengunjung juga dapat menikmati area hutan pinus dan cemara yang dilengkapi berbagai spot foto menarik dan gratis untuk berswafoto. Adapun tiket masuk kawasan wisata dipatok Rp20 ribu per orang dan sudah termasuk minuman ringan.

Gaosul Anam mengungkapkan, pada puncak libur Tahun Baru, tepatnya 1 Januari 2026, jumlah pengunjung mencapai sekitar 3.000 orang. Bahkan, karena membludaknya pengunjung, sebagian terpaksa dipulangkan demi menjaga kenyamanan dan keamanan kawasan wisata.

“Alhamdulillah, sekarang ini setiap harinya jumlah pengunjung yang datang ke Kampung Wisata Pangjugjugan berkisar antara 1.000 hingga 2.000 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya animo masyarakat salah satunya dipicu rasa penasaran terhadap rencana kolam ombak. Namun, pihak pengelola menegaskan kolam ombak tersebut belum dapat digunakan karena masih terkendala masalah teknis.

“Kami perlu klarifikasi bahwa kolam ombak belum bisa digunakan. Meski begitu, hal ini tidak menurunkan minat masyarakat untuk berkunjung,” katanya.

Dengan beragam wahana, fasilitas yang terus dikembangkan, serta suasana alam yang asri, Kampung Wisata Pangjugjugan diharapkan tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumedang, khususnya bagi wisata keluarga.(tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.