RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Sebuah bangunan produksi air minum kemasan milik CV Sumber Berkat Anugrah ambruk, nyaris rata dengan tanah, setelah tertimpa material longsor dari bukit setinggi sekitar 25 meter dengan lebar 20 meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, menjelaskan bahwa peristiwa longsor terjadi sebanyak tiga kali setelah wilayah tersebut diguyur hujan pada Minggu malam (18/1).
“Longsor pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, kemudian disusul longsoran kecil berikutnya, hingga akhirnya terjadi longsoran besar pada pukul 01.00 WIB,” ujar Bambang saat meninjau lokasi kejadian, Senin (19/1/).
Dikatakan, bangunan yang tertimbun longsor merupakan gudang sekaligus tempat produksi air minum kemasan. Saat kejadian, terdapat satu orang pegawai di dalam area bangunan yang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, korban berupaya menyelamatkan barang-barang setelah terjadi dua kali longsoran kecil. Namun saat longsor ketiga terjadi, bangunan langsung ambruk. Alhamdulillah korban selamat dan saat ini sudah mendapatkan penanganan medis,” imbuhnya.
Dari hasil asesmen sementara di lokasi kejadian, petugas menemukan adanya saluran irigasi di bagian atas bukit yang berada di wilayah perusahaan air minum kemasan tersebut. Selain itu, curah hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor.
“Tadi sudah kami lakukan pemetaan menggunakan drone. Memang di bagian atas bukit terdapat saluran irigasi, ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumedang, khususnya Kecamatan Pamulihan,” tuturnya.
Dalam penanganan bencana tersebut, BPBD Sumedang mengerahkan petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, serta Brimob Polda Jawa Barat. Satu unit alat berat jenis ekskavator juga diturunkan untuk membersihkan material longsoran.
Petugas telah memasang garis polisi di area dalam perusahaan sebagai langkah pengamanan guna mengantisipasi potensi longsor susulan.
“Untuk sementara, berdasarkan hasil koordinasi, aktivitas perusahaan dihentikan hingga kondisi dinyatakan aman,” imbuhnya. (gun)





