RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menegaskan pentingnya inisiatif swasembada pangan nasional melalui diversifikasi sumber karbohidrat berbasis kekayaan biodiversitas Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dinilai potensial adalah pengembangan swasembada ubi jalar.
Hal tersebut disampaikan Prof. Rachmat saat mengajak Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk merealisasikan inisiatif tersebut melalui peresmian Gedung PRAISE sebagai pusat riset dan pengembangan ubi jalar.
“Ubi jalar memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional. Ini bukan sekadar dua bangunan, bukan sekadar ubi jalar yang kita kembangkan, tapi ini simbol bagi kebangkitan Indonesia melalui Universitas Padjadjaran,” tegas Prof. Rachmat saat meresmikan Gedung Pusat Riset Ubi Jalar atau PRAISE (Padjadjaran Center for Sweet Potato Research & Innovation Excellence) di Kebun Percobaan Ciparanje Unpad Kampus Jatinangor belum lama ini.
Ia berharap kehadiran Gedung PRAISE dapat menjadi pilar awal bagi Unpad untuk bertransformasi menjadi pusat unggulan riset dan pengembangan ubi jalar. Ke depan, pusat riset ini diharapkan mampu berperan di tingkat global.
Prof. Rachmat bahkan menargetkan Gedung PRAISE dapat bersanding dengan CIP–International Potato Center yang berada di Peru.
“Nanti ke depan, Universitas Padjadjaran menjadi pusat pengembangan ubi jalar di seluruh dunia. Kita akan melengkapi dan berdampingan dengan International Potato Center yang ada di Peru,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian PPN/Bappenas optimistis pengembangan ubi jalar tidak hanya mendukung swasembada pangan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam riset pangan dunia. (tha)





