RADARSUMEDANG.id, KOTA – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melaksanakan kegiatan Magang Tingkat III Praja di Kabupaten Sumedang. Program magang ini difokuskan untuk mendukung dua program prioritas daerah, yakni Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dalam penanganan kemiskinan serta program Sumedang Bebas Sampah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan magang Praja IPDN di Command Center PPS, Rabu (21/1).
Dalam kesempatan tersebut, Praja IPDN melaporkan progres kegiatan yang berfokus pada penguatan basis data Desa Cantik dan pengelolaan lingkungan melalui program Sumedang Bebas Sampah.
Sekda Tuti Ruswati menyampaikan apresiasi atas kontribusi Praja IPDN yang dinilai mampu mendorong penguatan data dan penggerakan birokrasi daerah.
“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan akademisi dan buah dari kolaborasi ini tentunya sangat menentukan capaian indikator makro di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa IPDN melalui program magang tematik telah membantu pembaruan data desa dan kelurahan.
“Program magang IPDN mudah-mudahan sangat membantu kemajuan Kabupaten Sumedang, khususnya di bidang database,” kata Tuti.
Sementara itu, Wakil Rektor IPDN Bidang Akademik dan Inovasi, Prof. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si, menyampaikan sejumlah masukan teknis dalam pelaksanaan magang. Di antaranya perlunya rekapitulasi jumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sumedang Utara serta perencanaan kapasitas pengumpulan data harian agar target dapat tercapai.
“Sudah ada pergerakan data yang Praja kerjakan secara door to door. Satu desa atau satu kelurahan ditempatkan 30 orang. Progresnya sudah terlihat dan hingga hari ini meningkat, bahkan di aplikasi sudah bergerak sampai 14 persen,” ungkap Prof. Hyronimus.
Ia berharap hingga penutupan magang pada 3 Februari 2026, progres pengumpulan dan penataan data terus meningkat sehingga memberikan hasil signifikan bagi penataan data desa melalui program Desa Cantik dan Sumedang Bebas Sampah.
“Praja IPDN diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan dan penguatan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sumedang,” tandasnya. (tha)





