RADARSUMEDANG.id — Sebanyak 24 Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di Gedung Negara Sumedang, Kamis (22/1/2026).
Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya dilantik sebagai pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau setingkat Kepala Dinas, yakni Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Selain itu, turut dilantik 10 pejabat administrator dan pengawas serta 11 pejabat fungsional.
Pelantikan tersebut meliputi pengambilan sumpah/janji jabatan PNS dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, administrator, pengawas, dan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Dalam sambutannya, Bupati Dony menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar formalitas atau perpindahan posisi, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan masyarakat.
“Momentum pelantikan ini tidak sebatas perpindahan tugas, tetapi sejatinya adalah perpindahan amanat. Ada tanggung jawab baru, target baru, dan semangat baru. Rakyat pun memiliki ekspektasi baru terhadap kinerja para PNS,” kata Bupati Dony.
Ia juga mengingatkan agar aparatur sipil negara (ASN) tidak bermain-main dengan jabatan yang telah dipercayakan negara. Menurutnya, setiap jabatan merupakan tanggung jawab moral sekaligus kontrak kinerja kepada masyarakat.
“Untuk apa menjadi PNS kalau hidupnya tidak berkah. Jangan sekali-kali mencoba melanggar aturan, karena pada akhirnya pasti akan ketahuan,” ujarnya.
Dony juga mengatakan, di tengah tingginya minat masyarakat untuk menjadi ASN, para PNS harus lebih bersyukur karena telah diberi kesempatan mengabdi. Rasa syukur tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui kinerja yang optimal dan berintegritas.
“Luruskan niat kita di mana pun ditempatkan. Jadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Jika niat sudah lurus, maka apa yang kita kerjakan akan bernilai pahala,” ucapnya.
Menurutnya, niat yang lurus akan melahirkan pikiran positif, ucapan positif, hingga menjadi kebiasaan yang membentuk karakter dan menentukan masa depan seseorang. Oleh karena itu, para PNS diminta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan menghindari jalan pintas yang melanggar aturan.
“Banyak yang ingin menjadi PNS, ada yang harus menjadi honorer terlebih dahulu, kemudian PPPK paruh waktu, lalu penuh waktu, baru menjadi PNS. Setelah menjadi PNS ingin memiliki jabatan, lalu naik jabatan lagi. Semua itu harus disyukuri, bukan disalahgunakan,” tuturnya.
Ia menekankan, rasa syukur harus dibuktikan dengan kinerja berkualitas, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi. Setelah dilantik dan diambil sumpahnya, hasil kerja harus lebih baik dan berdampak nyata.
Selain itu, Bupati Dony juga meminta para PNS untuk mencintai pekerjaannya, cepat beradaptasi di lingkungan kerja baru, memahami kelebihan dan kekurangan organisasi, serta terus melakukan perbaikan.
“Kalau sudah cinta pekerjaan, apa pun akan dilakukan. Kenali diri sendiri, kenali permasalahan di dinas, dan kenali medan kerja. Filsuf Cina mengatakan, jika ingin memenangkan medan pertempuran, kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan-mu,” pungkas Dony. (jim)







