RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Gelap Nyawang Nusantara (GNN) Asep Riyadi menyampaikan catatan keprihatinan atau katugenah atas pemaparan fakta kewilayahan yang dinilai belum utuh.
Ia menilai Sumedang kerap direduksi hanya pada keberadaan Sungai Cimanuk dan Sungai Cipunagara sebagai sungai induk, sementara Sungai Cipeles dan Sungai Cilutung justru terpinggirkan.
“Sungai Cipeles dan Cilutung memiliki peran yang sangat fundamental dalam sejarah dan perkembangan wilayah Sumedang,” katanya.
Dua sungai tersebut sejak masa lampau telah membelah sebagian besar kawasan permukiman dan menjadi tulang punggung tumbuhnya peradaban Sumedang.
“Jejak historis, ekologis, dan sosiokultural Sumedang berkembang di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipeles dan Cilutung. Mengabaikan keduanya sama dengan mengaburkan fakta dasar tentang Sumedang itu sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, GNN menyoroti kondisi kawasan di sekitar bentangan Sungai Cipeles dan Cilutung yang saat ini justru menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Kerusakan tata ruang yang terjadi secara masif dan berlangsung lama telah memicu berbagai persoalan lingkungan yang bersifat nyata dan mendesak.
Asep menyebut, penyimpangan pemanfaatan ruang dan pola ruang di kawasan tersebut telah melahirkan degradasi lingkungan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, GNN berharap ke depan dapat digelar sarasehan yang lebih fokus dan substantif, khususnya yang membahas mitigasi risiko ekologis yang benar-benar terjadi di Sumedang. Pendekatan yang digunakan pun diharapkan melihat Sumedang secara utuh sebagai satu kesatuan wilayah DAS, yakni DAS Cimanuk, Cipeles–Cilutung, dan Cipunagara.
“Pengelolaan lemah cai na harus berpijak pada realitas ekologis yang menyeluruh agar dapat dikendalikan dan dipulihkan, meskipun saat ini telah tergerus oleh berbagai bentuk perusakan dan penyimpangan tata ruang,” ujarnya.
GNN menegaskan akan senantiasa mendukung setiap upaya yang mengarah pada perbaikan dan kebaikan Sumedang secara menyeluruh dan berkelanjutan. (tha)





