Membahayakan! Lubang di Jembatan Jalan Cimande Hanya Ditutupi Bambu dan Batu

oleh
Kondisi lubang di badan jalan jembatan Jalan Cimande, Dusun Cimande, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung. Warga memasang bambu dan batu sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan karena kondisi tersebut dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

RADARSUMEDANG.id — Kondisi jembatan di Jalan Cimande, Dusun Cimande RT 01 RW 11, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, mengalami kerusakan cukup parah.

Pasalnya Lubang pada badan jalan di jembatan cukup dalam di permukaan aspal sehingga beresiko membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Alhasil lubang tersebut saat ini hanya ditandai secara darurat, menggunakan batang bambu dan batu. Mengingat dianggap membahayakan oleh warga.

Kondisi tersebut kerap memicu pengendara memperlambat laju kendaraan, sehingga arus lalu lintas menjadi terganggu, terutama saat jam sibuk

Salah seorang warga Dusun Cimande, Dea (33) mengatakan, kerusakan jembatan semakin parah ketika musim hujan tiba. Terlebih aliran air hujan yang deras sering meluap dan mengikis permukaan jalan.

“Kalau hujan deras, air sering meluap ke jalan. Lama-lama aspalnya terkikis dan jadi berlubang seperti sekarang dan kemungkinan karena usia jalan maupun jembatan yang sudah tua, juga beban kendaraan yang terus-menerus,” kata Dea kepada sejumlah awak media, Selasa (3/2/2026).

Dirinya khawatir dengan kondisi lubang yang terpusat ini, menunjukkan adanya potensi penurunan tanah sehingga Jika tidak segera ditangani, berisiko meluas dan memperparah kondisi jembatan.

“Jembatan ini sebetulnya masih aktif dilalui warga, termasuk pengendara sepeda motor dan pejalan kaki. Ini sudah cukup berbahaya, apalagi untuk motor,” sebut Dea.

Selain itu, risiko kecelakaan juga menghantui pengendara terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas. Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait.

“Kami berharap ada pengecekan dan perbaikan secepatnya. Jalan dan jembatan ini akses penting buat warga, untuk kerja, sekolah, sampai angkut hasil usaha,” ujarnya.

Sementara sebagai penanganan secara mandiri oleh warga, dibuat penyangga bambu dan penanda sederhana menunjukkan bahwa penanganan masih bersifat darurat dan swadaya. Mengingat hingga saat ini belum dilakukan perbaikan teknis permanen oleh pihak berwenang.

Sebagai informasi, Jembatan di Jalan Cimande diketahui menjadi jalur utama aktivitas masyarakat setempat.

Selain menghubungkan antarwilayah dusun, jalur tersebut juga kerap digunakan untuk distribusi hasil pertanian dan usaha warga. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.