Target Bebas Macet Saat Ramadan 2026,  Alun-Alun Tanjungsari Ditata Ulang

oleh
WAWANCARA Camat Tanjungsari Agus Beni Tryadhie saat ditemui di ruangannya, kemarin.

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Menjelang Ramadan 2026, penataan Alun-Alun Tanjungsari menjadi prioritas Pemerintah Kecamatan Tanjungsari. Langkah itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat sore hari, khususnya pada momen ngabuburit di bulan puasa.

Camat Tanjungsari Agus Beni Tryadhie menegaskan, pihaknya telah menyiapkan skema penempatan pedagang kaki lima (PKL) musiman serta pengaturan titik parkir yang lebih tertata.

Penataan tersebut melibatkan Paguyuban Alun-Alun Tanjungsari Sumedang bersama Karang Taruna Kecamatan Tanjungsari sebagai motor penggerak di lapangan.

“Kami ingin masyarakat Tanjungsari bisa menikmati waktu ngabuburit dengan nyaman tanpa terganggu kemacetan atau kesemrawutan pedagang,” ujar Agus saat ditemui di Kantor Kecamatan Tanjungsari, Rabu (11/2).

Menurutnya, pengelolaan alun-alun kini dilakukan lebih terstruktur, mencakup sistem parkir terpadu, pemberdayaan pedagang UMKM, hingga pemeliharaan sarana umum.

Penataan PKL juga diarahkan agar tidak meluber ke badan jalan utama yang selama ini menjadi pemicu kepadatan kendaraan saat Ramadan.

Agus menjelaskan, langkah pembenahan tersebut merupakan bagian dari misi besar penataan aset daerah yang ia rintis sejak menjabat pada Agustus 2025. Momentum percepatan program itu bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-53.

Ia mengungkapkan, sebelumnya Alun-Alun Tanjungsari belum memiliki legalitas kepemilikan aset yang jelas. Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan Bagian Aset, Sekretaris Daerah Sumedang, hingga PT KAI guna menelusuri status formal lahan.

“Sebagai dasar pengelolaan, kami menggunakan pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada pihak kecamatan. Atas dasar itu kami membentuk Paguyuban Alun-Alun Tanjungsari Sumedang,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, kecamatan juga menggandeng pengusaha hiburan rakyat (korsel) asal Tanjungsari untuk membantu pendanaan penataan, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

Sejumlah pembangunan dilakukan secara bertahap, di antaranya pembangunan toilet umum yang mengedepankan nilai estetika, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), pembuatan tribun, pengecatan area, hingga pemasangan paving block.

Relokasi dan penataan PKL menjadi fokus utama agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas. Dengan langkah tersebut, pihak kecamatan menargetkan kawasan Alun-Alun Tanjungsari bebas macet saat Ramadan 2026.

Agus berharap, melalui penataan terencana ini, alun-alun kembali menjadi pusat aktivitas warga yang tertib, nyaman, dan membanggakan sebagai ikon kewilayahan Tanjungsari. (tha/b)

No More Posts Available.

No more pages to load.