RADARSUMEDANG.id, KOTA — Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, resmi mengumumkan hijrah politiknya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke Partai Gerindra.
Deklarasi tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan publik di Alun-alun Sumedang, Jumat malam (13/2/2026), dalam suasana yang sarat makna politik dan konsolidasi kekuatan.
Yang mana secara politis, langkah Dony Ahmad Munir dapat dimaknai sebagai upaya repositioning dalam peta kekuatan nasional. Dengan Gerindra sebagai partai penguasa, akses koordinasi dan dukungan kebijakan pusat berpotensi lebih terbuka bagi daerah.
Di sisi lain, keputusan ini juga menjadi ujian konsistensi basis pendukung lama Dony yang tumbuh bersama PPP.
Dinamika internal dan respons konstituen akan menjadi faktor penentu untuk mengetahui sejauh mana hijrah ini, mampu memperkuat legitimasi politiknya atau justru memunculkan resistensi.
Momentum tersebut turut disaksikan Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono, tokoh nasional Gerindra Maruarar Sirait, jajaran DPW dan DPC Gerindra Sumedang, serta Dedi Mulyadi. Tak lupa kehadiran para elite partai itu mempertegas pentingnya peristiwa tersebut dalam peta politik lokal maupun nasional.
Kepindahan Dony bukan keputusan spontan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, langkah tersebut telah melalui proses pertimbangan panjang. Bahkan sebelum deklarasi publik, Dony telah berpamitan kepada jajaran pengurus DPC dan struktur PAC PPP di Sumedang.
Selama berkiprah di PPP, Dony meniti karier politik dari bawah hingga ke tingkat nasional. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumedang, DPRD Provinsi Jawa Barat, DPR RI, hingga dipercaya sebagai Ketua DPP PPP Bidang Infokom.
Dari partai berlambang Ka’bah itulah karier politiknya dibangun sebelum akhirnya terpilih menjadi Bupati Sumedang dua periode.
Langkah hijrah ini menandai babak baru perjalanan politiknya sekaligus menjadi salah satu realignment penting di kancah politik Sumedang menjelang kontestasi 2029.
Dalam pidato politiknya, Dony menyampaikan bahwa keputusannya dilandasi niat memperluas ruang ikhtiar demi kemajuan Kabupaten Sumedang. Ia juga memuji kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya tegas dan visioner.
“Pada malam hari ini, dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim dan bertawakal kepada Allah SWT, saya, Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang, mencatatkan bergabung dengan Partai Gerindra,” ujar Dony di hadapan ribuan massa, belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa membangun daerah membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Pasalnya dalam perspektif politik, pernyataan ini dapat dibaca sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Sumedang dalam konfigurasi kekuasaan nasional yang saat ini dipimpin oleh Gerindra.
“Membangun butuh sinergi yang kuat antara pusat dan daerah. Butuh kerja sama dan kekompakan. Mohon doa dan dukungan, insya Allah keputusan ini demi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Sumedang,” tuturnya.
Tak berhenti pada deklarasi keanggotaan, Dony secara terbuka menyatakan komitmennya untuk memenangkan Gerindra di Sumedang pada Pemilu 2029. Ia juga menyampaikan tekad untuk mendukung kembali Prabowo Subianto sebagai Presiden RI dua periode.
Pernyataan tersebut menandakan bahwa kepindahan Dony bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari konsolidasi jangka panjang menghadapi pertarungan politik mendatang.
“InsyaAllah, saya bersama Bang Ara dan Kang Dedi Mulyadi akan memenangkan Gerindra di Kabupaten Sumedang dan menjadikan kembali Bapak Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia,” tegas Dony.
Ditempat yang sama Sekjen Gerindra, Sugiono, menyambut baik bergabungnya Dony ke dalam keluarga besar partai berlambang garuda tersebut. Ia menilai kehadiran Dony akan memperkuat basis Gerindra di Jawa Barat, khususnya Sumedang.
Menurut Sugiono, bergabungnya tokoh sekaliber Dony diharapkan mampu memacu pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumedang.
“Kita menerima Pak Dony masuk ke Partai Gerindra. Selamat datang, mari sama-sama kita menangkan Gerindra dan tentunya menangkan Pak Prabowo menjadi Presiden dua periode,” ujar Sugiono.
Menariknya, deklarasi tersebut juga diikuti sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi di Sumedang yang turut menyatakan bergabung dengan Gerindra.
Bergabungnya unsur pengusaha, asosiasi profesi, hingga komunitas ini memperlihatkan adanya konsolidasi lintas sektor yang dapat menjadi modal sosial-politik bagi Gerindra di tingkat lokal.
Di antaranya Ketua KADIN Sumedang H. Thomas Darmawan, Ketua PHRI Sumedang dr. Harmandito, Ketua Gapensi Sumedang Erik Setiamulya, Ketua HIPMI Sumedang Rafika Adnur, Ketua Ikatan Apoteker Cabang Sumedang Aneng Suryani, Ketua Asprumnas Sumedang Riki Fazri, Sekretaris Asprumnas Huliman Abdul Gofur, Bendahara ASITA Ani Rochyani, hingga perwakilan Putri Sumedang.(jim)






