RADARSUMEDANG.id, SURIAN – Perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Pari, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian dengan Dusun Pasirhuni, Desa Karangbungur, Kecamatan Buahdua, akhirnya rampung. Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap 2 tersebut kini sudah dapat digunakan masyarakat dan diresmikan langsung oleh Dandim 0610/Sumedang, Letkol Arh. Kusuma Ardianto, Kamis (19/2).
Jembatan sepanjang 140 meter itu membentang di atas Sungai Cikandung dan menjadi akses vital penghubung dua wilayah kecamatan. Kehadirannya menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang sebelumnya harus menempuh jalur sulit dan berisiko untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden RI melalui Kepala Staf Angkatan Darat dalam rangka membantu percepatan pembangunan jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan target waktu pengerjaan kurang lebih 45 hari.
“Terima kasih kepada seluruh instansi yang terlibat dan terutama kepada masyarakat yang telah bergotong royong. Sinergitas inilah yang menjadi kekuatan kita bersama,” ujar Dandim.

Ia menegaskan bahwa salah satu tugas TNI adalah mengabdikan diri kepada rakyat. Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat yang sebelumnya terisolasi.
“Pembuatan jembatan ini adalah wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat yang terisolir. Di mana pun TNI hadir, harus bisa memberikan manfaat bagi warganya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandim berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap 2 ini mampu mempererat hubungan sosial antarwarga di dua kecamatan, memperlancar mobilitas anak sekolah, petani, dan pedagang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan akses yang lebih cepat dan aman, roda perekonomian diyakini akan semakin bergerak dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Rampungnya jembatan gantung ini sangat disyukuri warga. Salah seorang warga Desa Wanajaya, Syafrudin mengatakan keberadaan jembatan gantung sangat dibutuhkan, apalagi jika arus Sungai Cikandung sedang deras.
“Sebelumnya kami sangat kesulitan, mau lewat dari kebun, pulang dari sawah kami terpaksa bermalam di hutan, karena tidak berani nyebrang kalau arus sungainya deras. Kami sangat berterima kasih kepada Kodim Sumedang dan pihak lainnya yang sudah membantu kelancaran kehidupan kami di desa ini,” tuturnya.
Sebelumnya, jembatan gantung di lokasi tersebut rusak berat karena tiang pondasinya longsor akibat pergerakan tanah, pada akhir 2024. (gun)






