RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi memastikan, jasad pria yang ditemukan di kawasan Kampus Unpad Jatinangor dalam kondisi sudah membusuk dan bengkak saat dievakuasi petugas.
Menurut Dandi, saat proses evakuasi tidak ditemukan dokumen identitas apa pun pada tubuh korban. Namun, berdasarkan pengamatan visual awal, jasad tersebut tidak memiliki ciri-ciri yang dikenali sebagai bagian dari civitas akademika Unpad.
“Secara pengamatan visual saat penemuan, jasad tersebut tidak memiliki ciri-ciri yang dikenali sebagai warga Unpad, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan atau karyawan,” ujarnya melalui pesan singkat.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih bersifat sementara. Untuk kepastian identitas dan penyebab kematian, Unpad masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
“Untuk kepastiannya kami masih menunggu hasil pemeriksaan yang berwenang, termasuk hasil visum,” kata Dandi.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan dari internal Unpad terkait kehilangan anggota keluarga yang sesuai dengan ciri-ciri korban.
“Sejauh ini belum ada pihak dari Unpad yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya,” tambahnya.
Sebelum diketahui, seorang pria tanpa identitas (Mr. X) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di wilayah kawasan Kampus Unpad Jatinangor, tepatnya di sekitar Dusun Warung Kalde RT 03 RW 01, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2). (tha)





