RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh selama bulan suci Ramadan agar ibadah puasa dapat dijalankan secara optimal dan tetap produktif. Kunci utamanya mempertahankan pola hidup sehat selama Ramadan, dengan perhatian khusus pada kecukupan cairan, asupan gizi seimbang, olahraga teratur, serta pengaturan waktu istirahat.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan M Kosasih menegaskan masyarakat tidak perlu melakukan perubahan drastis terhadap gaya hidup sehat yang selama ini sudah dijalani.
“Ramadan bukan alasan untuk menghentikan kebiasaan baik. Aktivitas fisik, olahraga tetap boleh dilakukan selama disesuaikan dengan kondisi tubuh dan waktu yang tepat, misalnya menjelang berbuka atau setelah salat tarawih,” ujar Dadan, Jumat (20/2/2026).
Dadan menjelaskan secara prinsip kebutuhan dasar tubuh, termasuk cairan, tidak berubah meski seseorang sedang berpuasa. Dalam rentang 24 jam, rata-rata orang dewasa tetap membutuhkan sekitar 1,5 liter air atau setara delapan gelas per hari.
“Yang menjadi tantangan selama Ramadan pengaturan waktu minum. Karena tidak bisa mengonsumsi cairan pada siang hari, masyarakat harus cermat membagi waktu pemenuhan cairan sejak berbuka hingga sahur,” ucapnya.
Dadan menekankan konsumsi air sebaiknya tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah besar. Cara berlebihan kurang efektif dan dapat membuat perut terasa tidak nyaman, pembagian bertahap justru membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal.
Satu gelas air setara kurang lebih 200 mililiter. Dengan demikian, delapan gelas per hari dapat dibagi, misalnya dua gelas saat berbuka, dua gelas sebelum atau setelah tarawih, dan sisanya diminum secara bertahap hingga waktu sahur.
“Pola ini dinilai penting untuk mencegah dehidrasi, menjaga konsentrasi, serta mempertahankan stamina selama beraktivitas. Terutama bagi warga yang tetap bekerja penuh waktu atau memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan,” katanya.
Selain cairan, Dadan mengingatkan pentingnya memperhatikan kualitas makanan saat berbuka dan sahur. Menu yang dikonsumsi harus memenuhi prinsip gizi seimbang.
Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi utama, protein berperan dalam memperbaiki dan membangun jaringan tubuh, sementara lemak tetap diperlukan dalam jumlah cukup sebagai cadangan energi. Ketiganya harus dikombinasikan secara proporsional.
“Konsumsi sayur dan buah dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat. Asupan ini membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat selama perubahan pola makan di bulan Ramadan,” jelasnya.
Dadan pun mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak saat berbuka.
“Kebiasaan balas lapar justru dapat memicu gangguan kesehatan, gangguan lambung atau lonjakan gula darah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan aspek lain yang tak kalah penting, pengaturan waktu istirahat. Aktivitas sahur dan ibadah malam berpotensi mengurangi jam tidur, sehingga masyarakat perlu mengatur jadwal agar kebutuhan istirahat tetap tercukupi.
“Kurang tidur dalam waktu lama dapat menurunkan imunitas dan memengaruhi fokus saat bekerja maupun beribadah. Bila memungkinkan, istirahat singkat pada siang hari dapat menjadi solusi untuk menjaga kebugaran,” ujar Dadan.
Dinas Kesehatan Kota Bandung berharap warga tetap sehat, bugar, dan produktif sepanjang Ramadan. Menjaga hidrasi, gizi seimbang, olahraga teratur, dan istirahat cukup, ibadah puasa dapat dijalankan dengan khusyuk tanpa mengabaikan kesehatan tubuh.(dsn)





