Stok Pangan Bandung Dipastikan Cukup Sampai Lebaran, Panen Jadi Penopang Utama

oleh
Pedagang melayani pembeli beras di salah satu pasar tradisional Kota Bandung. Pemkot Bandung memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok tetap aman, Ramadan hingga Lebaran 2026 seiring proyeksi meningkatnya distribusi pangan saat memasuki masa panen, Maret mendatang. (Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung)

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung proyeksikan pasokan meningkat mulai Maret seiring masuknya masa panen di sejumlah daerah penghasil. Bulan suci Ramadan hingga Lebaran 2026, ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung dipastikan dalam kondisi aman.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) memprediksi pasokan pangan akan meningkat mulai Maret, sehingga harga kebutuhan masyarakat diharapkan tetap terkendali selama momentum Ramadan.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengatakan kepastian diperoleh setelah pemerintah melakukan rapat koordinasi bersama para petani serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat terkait proyeksi produksi pangan menjelang hari besar keagamaan.

“Saat ini sejumlah komoditas memang belum memasuki masa panen raya. Kondisi cuaca beberapa waktu terakhir turut memengaruhi produktivitas pertanian di daerah pemasok, situasi diperkirakan segera membaik dalam waktu dekat,” ujar Meiwan, Minggu (22/2/2026).

Meiwan menjelaskan mulai Maret sejumlah wilayah penghasil pangan di Jawa Barat diproyeksikan memasuki periode panen. Kondisi ini diyakini akan memperkuat distribusi bahan pokok ke Kota Bandung sekaligus menahan potensi lonjakan harga selama Ramadan.

Menurutnya, momentum Ramadan setiap tahun identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat, terutama pada komoditas pangan segar. Karena itu, pemkot terus melakukan pemantauan distribusi dan ketersediaan stok agar stabilitas harga tetap terjaga hingga Lebaran.

Meiwan mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan Disdagin Kota Bandung, harga sebagian besar kebutuhan pokok masih berada dalam kategori stabil. Tidak ditemukan lonjakan signifikan pada komoditas utama selain cabai yang mengalami kenaikan cukup tajam.

Harga beras medium tercatat berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp15.000 per kilogram. Stabilnya harga beras dinilai menjadi indikator penting menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

Sementara itu, komoditas protein hewani juga relatif terkendali. Harga telur ayam berada di kisaran Rp31.000 hingga Rp31.500 per kilogram, sedangkan daging ayam ras dijual sekitar Rp40.000 per kilogram di tingkat pasar tradisional.

Kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah yang mencapai Rp99.000 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp66.000 per kilogram.

Meiwan menyebutkan fluktuasi harga cabai merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi saat bulan suci Ramadan, terutama ketika produksi belum memasuki puncak panen. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama terbatasnya pasokan di tingkat petani.

“Kenaikan harga cabai tidak berlangsung lama. Bertambahnya hasil panen pada Maret diperkirakan mampu menambah pasokan sekaligus menekan harga secara bertahap,” ucapnya.

Meiwan mengatakan selain memantau harga, Disdagin juga terus memperkuat koordinasi distribusi antarwilayah guna memastikan arus barang tetap lancar. Langkah koordinasi distribudi dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan komoditas strategis di pasar.

“Pengawasan terhadap takaran dan alat ukur perdagangan juga diperketat selama Ramadan, menjamin masyarakat mendapatkan barang sesuai standar serta melindungi konsumen dari praktik perdagangan yang merugikan,” katanya.

Meiwan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Stabilitas pasokan dinilai akan tetap terjaga apabila pola konsumsi masyarakat berjalan wajar tanpa panic buying.

“Proyeksi panen Maret yang mulai berlangsung, serta pengawasan distribusi yang terus diperkuat, kebutuhan pangan warga selama Ramadan hingga Lebaran 2026 dapat terpenuhi dengan harga yang relatif stabil,” ujar Meiwan.(dsn)

No More Posts Available.

No more pages to load.