Pembangunan Sekolah Rakyat Ujungjaya Capai 7 Persen, Ditargetkan Rampung Juni 2026

oleh
Alat berat (becho) sedang menjalankan aktivitasnya pada groundbreaking SR di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya.(For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ujungjaya sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional di bidang pendidikan.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan progres pembangunan, berbagai kendala di lapangan, serta langkah percepatan yang perlu dilakukan agar target pembangunan sekolah tersebut dapat tercapai sesuai jadwal.

Itu disampaikan Fajar saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang diselenggarakan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Fajar, secara umum pembangunan Sekolah Rakyat di Ujungjaya masih berjalan sesuai rencana.

“Pembangunan Sekolah Rakyat di Ujungjaya sudah on the track. Kami juga telah melaporkan berbagai permasalahan yang ada, salah satunya terkait lahan sawah yang dilindungi sehingga memerlukan proses alih fungsi lahan yang harus segera dibereskan,” kata Fajar.

Ia menjelaskan, kewenangan terkait alih fungsi lahan berada di tingkat kementerian sehingga pemerintah daerah terus melakukan koordinasi agar proses tersebut dapat segera diselesaikan.

Selain itu, akses jalan menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat juga telah diperbaiki sehingga mobilitas menuju area proyek dapat dilalui dengan lebih lancar.

“Kendala lainnya adalah curah hujan yang cukup tinggi serta beberapa kesulitan dalam penyediaan material,” ungkap Fajar.

Meski demikian, ia berharap Kabupaten Sumedang dapat menjadi salah satu daerah yang responsif dan proaktif dalam mendukung program strategis nasional di bidang pendidikan, demi terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Pada tahun ini Sekolah Rakyat di Ujungjaya ditargetkan mulai terealisasi. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar tujuh persen. Mudah-mudahan ke depan penyediaan material akan lebih lancar,” ucapnya.

Sebgaiamana diberitakan Radar Sumedang beberapa waktu lalu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menghibahkan lahan seluas sekitar 7 hektare kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Proyek strategis yang berlokasi di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang itu berdiri di atas lahan sekitar 7,2 hektare yang berada di Jalan Ali Sadikin atau jalur Cijelag–Cikamurang.

Pembangunan sekolah ini didukung anggaran sekitar Rp290 miliar dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Sekolah Rakyat tersebut dirancang untuk menampung hingga 1.000 anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sumedang.

Keberadaan sekolah tersebut tidak hanya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Ini bukan hanya sekolah, tetapi kawasan pendidikan terpadu yang menjadi rumah terbaik untuk pendidikan. Saya juga meminta agar ada ornamen khas Sumedang yang menjadi pembeda, baik di gerbang maupun di area strategis lainnya,” sebut Bupati Dony.

Sekolah Rakyat Sumedang nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang representatif, mulai dari ruang kelas, asrama, kantin, lapangan sepak bola, lapangan basket, gedung serbaguna, masjid, tempat ibadah agama lain, hingga clean house dan fasilitas penunjang lainnya.

Selain berdampak pada sektor pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat ini juga diproyeksikan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Tenaga kerja lokal diharapkan dapat terlibat dalam proses pembangunan hingga operasional sekolah, termasuk dalam pengelolaan dapur serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.