Majalah Gema Gelar Bimtek Nasional Supervisi Akademik Berbasis Aplikasi SUPAK

oleh
Pemred Majalah Gema H Budiman, SPd, MM (foto atas) dan narasumber bimtek Harry Chaerudin Achmad, MPd

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Majalah Pendidikan Gema (Gerbang Madrasah) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional 25 JP tentang pemanfaatan Aplikasi SUPAK berbasis Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk mendukung penyusunan supervisi akademik di madrasah pada Senin 9 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini diikuti lebih dari 60 peserta dari berbagai daerah.

Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Sumedang, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Barat, bahkan ada yang bergabung dari Jawa Timur. Bimtek ini diperuntukkan bagi guru, kepala madrasah, dan pengawas madrasah yang ingin meningkatkan kemampuan dalam menyusun program, laporan, serta tindak lanjut supervisi akademik secara lebih cepat dan sistematis.

Pemimpin Redaksi Majalah Gema, H. Budiman, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Majalah Gema dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia madrasah di tengah tuntutan digitalisasi pendidikan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan solusi yang cepat, praktis, dan sistematis bagi guru, kepala madrasah, maupun pengawas dalam menyusun program supervisi akademik. Dengan aplikasi SUPAK, penyusunan program hingga laporan supervisi dapat dilakukan lebih mudah, rapi, dan efisien,” ujar Budiman.

Ia menambahkan bahwa bimtek ini juga menjadi upaya untuk memperkuat implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam praktik supervisi dan pembelajaran di madrasah.

Dalam kegiatan tersebut, Majalah Gema menghadirkan dua narasumber utama, yakni Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Harry Chaerudin Achmad, M.Pd., serta jurnalis dan praktisi literasi digital Erik Andang Kurnia, M.M.

Dalam pemaparannya, Harry Chaerudin Achmad menekankan pentingnya memahami paradigma baru supervisi akademik di lingkungan madrasah. Menurutnya, guru maupun kepala madrasah tidak perlu merasa takut ketika akan disupervisi.

“Pada prinsipnya guru maupun kepala madrasah tidak perlu takut jika akan disupervisi. Paradigma supervisi saat ini bukan lagi mencari-cari kesalahan, tetapi lebih pada upaya pembinaan, pendampingan, dan perbaikan mutu pembelajaran di madrasah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa supervisi yang baik justru bertujuan membantu guru berkembang secara profesional sehingga kualitas pembelajaran di kelas semakin meningkat.

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan berbagai fasilitas, di antaranya aplikasi SUPAK siap pakai, sertifikat nasional 25 JP, serta materi dan rekaman kegiatan yang dapat dipelajari kembali secara mandiri.

H Budiman berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital supervisi madrasah sehingga proses pembinaan akademik dapat berjalan lebih efektif dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di madrasah.

“Tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa inovasi dalam supervisi akademik sangat dibutuhkan oleh para pendidik madrasah,” ujarnya.(rik)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.