RADARSUMEDANG.id — Dalam rangka mempersiapkan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah Tahun 2026, Polres Sumedang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 Aula Command Center Mapolres Sumedang, Rabu (11/3/2026).
Pasalnya berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, selama bulan Ramadan volume kendaraan di sejumlah titik baik di pusat kota maupun titik mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan, rakor lintas sektoral untuk menyatukan persepsi, memperkuat sinergitas serta memastikan kesiapan seluruh unsur terkait dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang merupakan operasi kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri.
Dalam rakor tersebut juga dipaparkan berbagai evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun sebelumnya, termasuk data arus lalu lintas, potensi kemacetan di jalur arteri wilayah hukum Polres Sumedang, serta peningkatan jumlah kendaraan dan pengunjung di objek wisata selama masa libur Lebaran.
Diakui Sandityo, beberapa destinasi wisata yang menjadi perhatian di wilayah Kabupaten Sumedang antara lain Jatinangor National Park, Tanjung Duriat, Panenjoan Jatigede, Kampung Karuhun, Kampung Ciherang, serta sejumlah destinasi wisata lainnya yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung saat libur Lebaran.
Selain itu, rakor juga membahas strategi pengamanan jalur mudik, rekayasa lalu lintas, kesiapan pos pengamanan (Pos Pam), pos pelayanan (Pos Yan), serta pos terpadu di titik-titik strategis guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan.
Polres Sumedang menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tidak hanya menjadi tanggung jawab Polri semata. Akan tetapi memerlukan sinergi lintas sektoral antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait serta partisipasi masyarakat.
“Melalui koordinasi yang baik, diharapkan setiap potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, maupun situasi darurat dapat ditangani secara cepat dan terpadu. Sehingga masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan mudik maupun saat merayakan Idul Fitri,” kata Sandityo.
Ia juga menyampaikan bahwa rakor lintas sektoral ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan.
“Rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026. Dengan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, kami optimistis pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri di Kabupaten Sumedang dapat berjalan aman, tertib dan lancar,” ujarnya.
Tak sampai disitu, Polres Sumedang juga akan mengoptimalkan seluruh kekuatan personel serta sarana prasarana yang dimiliki guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami akan menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan, lokasi wisata serta jalur mudik utama. Harapannya masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik dapat merasa aman, nyaman dan selamat sampai tujuan,” katanya.
Selain unsur Forkopimda , Pejabat Utama (PJU) Polres Sumedang, para Kapolsek jajaran Polres Sumedang serta perwakilan instansi terkait, di antaranya TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, Jasa Raharja dan stakeholder lainnya yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. (jim)







