BERITA SINGKAT
- Ratusan warga memadati Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman parkir MPP Sumedang, Senin (16/3).
- Warga rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan sembako dengan harga lebih murah menjelang Lebaran.
- Sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar seperti telur, beras, minyak goreng, sayuran hingga ayam utuh.
- Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar GPM hingga 15 kali menjelang Idulfitri untuk menjaga stabilitas harga pangan.
- Tingginya antusiasme warga membuat panitia membatasi pembelian maksimal dua item tiap komoditas.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – Ratusan warga memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang, Senin (16/3) pagi. Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang warga yang rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah menjelang Lebaran.
Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan kupon yang nantinya dapat ditukar dengan berbagai komoditas sembako yang dijual di bawah harga pasaran.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya program pasar murah tersebut. Selain dapat meringankan pengeluaran rumah tangga, kegiatan ini juga membantu mereka memenuhi kebutuhan dapur menjelang Hari Raya Idulfitri.
Salah seorang warga, Sumiarsih, mengaku datang sejak pukul 06.00 WIB agar tidak kehabisan kupon pembelian.
“Saya datang dari jam enam pagi supaya bisa dapat sembako murah. Lumayan sekali membantu untuk persiapan Lebaran,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, Erna, yang mengaku senang dengan adanya operasi pasar murah tersebut karena harga kebutuhan pokok di pasar cenderung lebih mahal.
“Kalau di pasar harganya lebih mahal. Dengan adanya pasar murah ini kami bisa beli kebutuhan dapur dengan harga yang lebih terjangkau. Lumayan buat bikin ketupat buat Lebaran,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan kegiatan operasi pasar murah tersebut digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang Hari Raya,” ujar Tono.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran. Telur ayam dijual Rp27.500 per kilogram, minyak goreng Rp14.500 per botol, aneka sayuran Rp5.000 hingga Rp10.000 per paket, beras SPHP Rp60.000 per lima kilogram, beras lokal Rp58.000 per lima kilogram, serta daging ayam utuh Rp36.000 per ekor.
Tono menjelaskan, Gerakan Pangan Murah juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan serta mendukung petani lokal agar tidak terjadi lonjakan inflasi.
“Gerakan Pangan Murah ini untuk menstabilkan harga dan pasokan pangan, juga membantu petani lokal, jangan sampai terjadi inflasi. Oleh karena itu sesuai arahan Pak Bupati, GPM yang biasanya digelar satu bulan sekali, tetapi untuk Lebaran ini kami menggelar hingga 15 kali,” katanya.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia menerapkan pembatasan pembelian maksimal dua item untuk setiap jenis komoditas agar seluruh warga yang hadir bisa mendapatkan bagian.
Pemerintah daerah pun berencana menggelar kegiatan serupa di sejumlah titik lainnya hingga menjelang Lebaran.
“Alhamdulillah meskipun kami terus mengadakan GPM, antusias warga sangat tinggi. Oleh karena itu kami lakukan pembatasan pembelian agar semua kebagian. Namun situasional, jika tidak terlalu membludak maka pembelian juga tidak dibatasi,” imbuhnya.
(gun)





