BERITA SINGKAT
- Seorang perempuan berinisial VM (23) dilaporkan merekayasa aksi pembegalan di Sumedang Utara.
- Laporan palsu tersebut awalnya disampaikan ke Polsek Sumedang Utara pada Jumat malam.
- Polisi memastikan tidak ada kejadian begal setelah melakukan penyelidikan.
- Motifnya karena VM menggunakan uang calon suami sebesar Rp6 juta dan takut dimarahi.
- VM kini terancam hukuman pidana lebih dari satu tahun penjara.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – Seorang gadis berinisial VM (23) harus berurusan dengan hukum setelah terbukti merekayasa aksi pembegalan yang diklaim menimpa dirinya.
Peristiwa bermula saat VM mendatangi Mapolsek Sumedang Utara pada Jumat (17/4) malam dan melaporkan dirinya sebagai korban begal. Ia mengaku kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Sumedang–Wado, tepatnya di Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara.
Dalam keterangannya, VM menyebut dirinya dipepet dua orang pelaku saat mengendarai sepeda motor. Ia juga mengklaim kunci kendaraan dirampas serta uang tunai sebesar Rp34,8 juta yang berada di dalam tas dibawa kabur oleh pelaku.
Namun, hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Sumedang Utara memastikan bahwa laporan tersebut tidak benar. Polisi tidak menemukan adanya peristiwa pembegalan sebagaimana yang dilaporkan oleh VM.
Kanit Reskrim Polsek Sumedang Utara, Rizal Fauzi, mengungkapkan bahwa laporan palsu tersebut dilatarbelakangi masalah pribadi.
“Alasannya uang calon suaminya terpakai sebesar Rp6 juta. Sehingga korban melakukan alibi karena takut dimarahi, dia melakukan laporan palsu dibegal di daerah Rancamulya Sumedang Utara,” kata Rizal, Sabtu (18/4).
Rizal juga menyebut bahwa VM merupakan mantan atlet sepak bola perempuan dan pernah berkecimpung di olahraga biliar.
“Iya benar korban juga merupakan mantan atlet pesepak bola perempuan. Untuk ancaman hukumannya di atas 1 tahun penjara,” tambahnya.
Dalam pengakuannya kepada polisi, VM menyampaikan penyesalan atas tindakannya. Ia mengaku tertekan karena telah menggunakan uang milik calon suaminya, terlebih menjelang pernikahan yang direncanakan berlangsung pada September mendatang.
“Saya terdesak karena memakai uang calon suami saya untuk dipakai usaha Rp6 juta. Saya takut dimarahi, apalagi pernikahan sudah dekat. Saya menyesal,” ujarnya.
(gun)







