Kecelakaan KA di Bekasi Timur, 6 Perjalanan Kereta dari Bandung Dibatalkan

oleh
Petugas gabungan berkonsentrasi penuh melakukan pemotongan badan gerbong kereta dengan menggunakan crane.(Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

BERITA SINGKAT

  • Enam perjalanan kereta di Daop 2 Bandung dibatalkan akibat kecelakaan di Bekasi Timur.
  • Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
  • Pembatalan berdampak pada rute Bandung–Gambir dan Banjar–Gambir.
  • KAI fokus pemulihan jalur dan imbau penumpang pantau info resmi.
  • Penumpang dapat melakukan refund atau penjadwalan ulang tiket.

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Enam perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 2 Bandung resmi dibatalkan imbas kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Pembatalan ini berdampak langsung pada perjalanan penumpang, khususnya rute Bandung–Gambir dan Banjar–Gambir yang menjadi jalur padat.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menyampaikan duka cita atas insiden tersebut sekaligus permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak.

“Kami turut berduka atas insiden operasional yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan, termasuk pengguna KA Parahyangan yang terdampak langsung,” ujar Kuswardojo, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, gangguan perjalanan tidak hanya memengaruhi jadwal keberangkatan, tetapi juga menyebabkan pembatalan sejumlah layanan kereta dari dan menuju Bandung. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan operasional serta menghindari risiko lanjutan di lintasan.

Saat ini, KAI Daop 2 Bandung terus berkoordinasi intensif dengan KAI Daop 1 Jakarta guna mempercepat pemulihan jalur dan memastikan perjalanan kereta dapat kembali normal secepatnya.

Penumpang juga diimbau untuk aktif memantau perkembangan terbaru melalui kanal resmi KAI, seperti Contact Center 121, aplikasi Access by KAI, serta informasi langsung dari petugas di stasiun.

“Kami mengimbau pelanggan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama kami,” katanya.

Kuswardojo menjelaskan, enam perjalanan kereta yang dibatalkan mencakup dua hari operasional, Senin (27/4) dan Selasa (28/4), dengan dominasi layanan KA Parahyangan dan KA Pangandaran.

Untuk keberangkatan Senin (27/4), perjalanan yang dibatalkan meliputi KA Parahyangan (139) dan KA Parahyangan (140). Sementara pada Selasa (28/4), pembatalan mencakup KA Parahyangan (137) dan KA Parahyangan (138). Selain itu, dua perjalanan lainnya yang turut dibatalkan adalah KA Pangandaran (127) serta KA Pangandaran (128).

Pembatalan ini memicu penyesuaian perjalanan bagi ratusan hingga ribuan penumpang yang sebelumnya telah memesan tiket, terutama pada jalur favorit Bandung–Jakarta.

Sejumlah penumpang dilaporkan harus mengatur ulang jadwal perjalanan, baik dengan memilih moda transportasi alternatif maupun menunggu jadwal kereta berikutnya setelah kondisi operasional kembali normal.

KAI memastikan akan memberikan layanan informasi dan penanganan bagi pelanggan terdampak, termasuk opsi pengembalian tiket (refund) atau penjadwalan ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden kecelakaan di Bekasi Timur menjadi perhatian serius karena berdampak pada jaringan perjalanan lintas daerah, tidak hanya di wilayah Jabodetabek tetapi juga hingga Bandung dan sekitarnya.

Hingga saat ini, proses penanganan di lokasi kejadian masih berlangsung, sementara KAI terus mengupayakan normalisasi jalur agar gangguan perjalanan tidak berkepanjangan.

Kuswardojo menegaskan komitmen pihaknya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta memastikan setiap operasional berjalan sesuai standar keamanan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

(dsn)

No More Posts Available.

No more pages to load.