Pelari Sumedang Fajar Nursidiq Finis Keempat di Rinjani 100 Ultra 2026

oleh
Pelari asal Sumedang, Fajar Nursidiq, menuntaskan perjuangannya di ajang Rinjani 100 Ultra dengan momen finish yang membanggakan.

BERITA SINGKAT

  • Pelari asal Sumedang, Fajar Nursidiq, finis posisi keempat di ajang Rinjani 100 Ultra 2026.
  • Fajar menuntaskan lintasan ekstrem 100 kilometer dalam waktu 27 jam 18 menit tanpa tidur.
  • Ajang ultra marathon internasional tersebut diikuti peserta dari 38 negara.
  • Hanya 23 peserta yang berhasil finis dan Fajar menjadi pelari Indonesia pertama yang mencapai garis akhir.
  • Fajar berharap Sumedang memiliki ALTI sebagai wadah resmi pelari trail run.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Seorang pelari profesional asal Sumedang, Fajar Nursidiq (27), berhasil mencatat prestasi membanggakan dalam ajang Rinjani 100 Ultra yang digelar pada 1-3 Mei 2026 di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam ajang ultra marathon internasional tersebut, Fajar sukses menyelesaikan lintasan sejauh 100 kilometer melintasi kawasan Gunung Rinjani dan finis di posisi keempat dari total peserta yang mencapai garis akhir.

Warga Dusun Mekarjaya, Desa Cikadu, Kecamatan Situraja itu mencatat waktu tempuh 27 jam 18 menit. Dari total 115 peserta asal 38 negara, hanya 23 peserta yang berhasil menyelesaikan perlombaan hingga finis.

Dari jumlah tersebut, 13 peserta merupakan pelari asal Indonesia dan Fajar menjadi pelari Indonesia pertama yang mencapai garis finish.

“Selama perlombaan berlangsung, saya tidak tidur sama sekali dan hanya beristirahat sambil berjalan. Jadi istirahat juga sambil jalan saja,” kata Fajar kepada sejumlah awak media dalam keterangan persnya, Jumat (8/5/2026).

Fajar menjelaskan, perlombaan dimulai pada pukul 00.00 WIB dengan medan berat pegunungan yang dipenuhi tanjakan dan turunan ekstrem. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.

Meski demikian, ia mampu menjaga ritme larinya hingga menyentuh garis finis.

“Kadang lari cepat, kadang santai, tergantung medan yang dilalui,” ujarnya.

Selama perlombaan berlangsung, panitia menyediakan delapan titik water station (WS) yang menyediakan makanan dan minuman untuk peserta. Fajar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengisi ulang energi tanpa berhenti terlalu lama.

“Saya bawa air 1,5 liter. Pas di water station isi ulang air sambil makan semangka dan putih telur. Saat panitia isi ulang air, saya makan lalu lanjut lari lagi tanpa istirahat,” ungkapnya.

Fajar mengungkapkan, persiapan menuju ajang internasional tersebut dilakukan jauh hari sebelum perlombaan. Beberapa minggu menjelang event, ia rutin bangun pukul 03.00 WIB untuk berlatih lari menuju perbukitan terdekat dari kediamannya.

Selain itu, latihan rutin juga dilakukan setiap hari, mulai dari penguatan otot di rumah atau kosan hingga latihan bersama komunitas di kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang dan trek Cigugur.

“Biasanya dari kosan di Ketib lari ke Gunung Kacapi di Desa Kebonjati untuk latihan tanjakan,” ucap Fajar.

Belakangan diketahui, Fajar merupakan anggota aktif komunitas Sumedang Runner. Sementara klub yang diikutinya yakni Grind Glory yang berbasis di Sumedang.

Menurutnya, komunitas trail run di Sumedang juga rutin menggelar latihan bersama setiap Sabtu pagi.

“Kalau komunitas biasanya latihan rutin setiap Sabtu jam 6 pagi keliling tengah kota Sumedang, diikuti sekitar 10 sampai 20 orang. Kemudian kalau seseorang sudah mendapatkan kenikmatan lari dan konsisten, maka motivasi untuk lari akan semakin tinggi,” sebut Fajar.

Sebelum mengikuti Rinjani 100 Ultra, Fajar juga telah beberapa kali mengikuti event trail run tingkat nasional dan internasional.

Pada 2025 lalu, ia mengikuti ajang Bromo Tengger Semeru 100 Ultra kategori 100 kilometer dan berhasil finis di posisi kedua.

Kemudian pada 2023, Fajar mengikuti Malang Trail Runner Ultra kategori 35 kilometer dan finis di posisi ketiga. Prestasi serupa juga diraihnya dalam ajang Dieng Trail Run tahun 2024 dengan finis di posisi ketiga untuk kategori 25 kilometer.

Fajar mengaku mulai menekuni dunia trail run sejak 2021. Sebelumnya, ia lebih banyak mengikuti road run atau lari jalan raya.

“Sebelumnya lebih suka road run, lalu coba ikut trail run dan ternyata ketagihan,” katanya.

Ke depan, Fajar berharap di Kabupaten Sumedang dapat terbentuk Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) cabang Sumedang sebagai wadah resmi para pelari trail yang terdaftar di KONI.

“Saya berharap ada ALTI cabang Sumedang supaya para pelari trail punya wadah resmi untuk berkembang,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.