178 Grup Ikuti Pasanggiri Tari Umbul di SMK Korpri Sumedang, Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Daerah

oleh
Sejumlah pelajar saat melakukan sesi bersama pada Pasanggiri Tari Umbul yang digelar di SMK Korpri Sumedang, Sumedang Utara, Sabtu (29/5/2026).

BERITA SINGKAT

  • Pasanggiri Tari Umbul digelar di SMK Korpri Sumedang sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
  • Sebanyak 178 grup dari 17 SMP dan MTs di Kabupaten Sumedang mengikuti kompetisi tersebut.
  • Tari Umbul dinilai sebagai warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, kebersamaan, dan karakter.
  • Disparbudpora Sumedang mengapresiasi kegiatan yang melibatkan generasi muda dalam pewarisan budaya.
  • Pasanggiri diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mendukung pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata daerah.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Seni Tari Umbul khas Kabupaten Sumedang dipastikan akan semakin dikenal luas seiring berbagai upaya pelestarian yang terus dilakukan melalui beragam kegiatan budaya. Salah satunya melalui gelaran Pasanggiri Tari Umbul yang diselenggarakan di SMK Korpri Sumedang, Sabtu (30/5/2026).

Ketua Panitia, Endang Yadi, mengatakan Tari Umbul merupakan salah satu seni tradisi warisan budaya yang sarat nilai seni, sejarah, kebersamaan, dan keceriaan masyarakat Sumedang.

Menurutnya, Pasanggiri Tari Umbul digelar sebagai bentuk nyata upaya melestarikan, merevitalisasi, sekaligus mengenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

“Pasanggiri ini diselenggarakan sebagai upaya nyata dalam melestarikan dan merevitalisasi serta mengenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda,” ujarnya kepada Radar Sumedang.

Peserta pasanggiri berasal dari kalangan pelajar tingkat SMP dan MTs di Kabupaten Sumedang yang memiliki perhatian terhadap seni Tari Umbul. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 178 grup tari dari 17 sekolah, terdiri atas 15 SMP dan dua MTs.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, serta SMKN 10 Bandung.

“Adapun dari tim dewan juri, untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, kami menghadirkan dewan juri yang sangat berkompeten di bidangnya dari ISBI Bandung, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, dan SMKN 10 Bandung,” kata Endang.

Menariknya, panitia tidak memungut biaya pendaftaran dari para peserta. Para juara mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah, sementara juara umum memperoleh trofi bergilir Bupati Sumedang. Juara pertama mendapatkan piala dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

Selain itu, peserta yang meraih juara keempat akan memperoleh bantuan biaya pendidikan apabila melanjutkan sekolah di SMK Korpri Sumedang.

Endang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Kabupaten Sumedang, sponsor, serta seluruh panitia yang terlibat.

Sementara itu, Kepala SMK Korpri Kabupaten Sumedang, Dahlan, menegaskan bahwa pasanggiri menjadi sarana penting untuk mengembangkan sekaligus melestarikan budaya lokal yang berasal dari Kabupaten Sumedang.

“Selain melestarikan budaya lokal, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi, generasi muda harus tetap mengenal dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokalnya sendiri,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Moch. Budi Akbar, memberikan apresiasi atas semangat pelestarian Tari Umbul yang ditunjukkan SMK Korpri Sumedang.

Menurutnya, Tari Umbul telah menjadi warisan budaya Indonesia dan memiliki peluang untuk diusulkan menjadi warisan budaya dunia di masa mendatang.

“Ini merupakan ikhtiar pelestarian warisan budaya yang sangat baik. Karena peserta pasanggiri melibatkan peserta didik, maka pewarisan budaya Tari Umbul sudah mulai terlihat. Ini menjadi bagian dari pembentukan karakter agar peserta didik bangga menjadi orang Sumedang dan warga Jawa Barat,” katanya.

Budi menilai pasanggiri bukan sekadar festival atau ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya memperkuat benteng pertahanan budaya, nasionalisme, dan patriotisme generasi muda.

Menurutnya, pelestarian warisan budaya juga memberikan dampak luas, mulai dari penguatan ilmu pengetahuan, karakter kebangsaan, hingga peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Mudah-mudahan jika rutin dilaksanakan, kegiatan ini bisa menjadi magnet yang mendatangkan wisatawan ke Sumedang sehingga berdampak positif bagi sektor pariwisata. Banyak warisan budaya Sumedang yang telah diakui secara nasional, bukan hanya Tari Umbul,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak lembaga pendidikan yang terlibat dalam pelestarian budaya daerah sehingga warisan budaya Kabupaten Sumedang tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Budi menambahkan, Tari Umbul mengandung banyak nilai positif seperti keberanian tampil, kekompakan, saling menghargai, dan semangat gotong royong yang masih sangat relevan diterapkan dalam pendidikan karakter.

“Ke depan Sumedang bukan hanya dikenal dengan Cadas Pangerannya, tetapi juga mampu mencetak pangeran-pangeran cadas yang dapat bersaing di masa yang akan datang,” pungkasnya.

(jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.