HUT ke-76 IGTKI-PGRI Sumedang Meriah, Tekankan Kesejahteraan Guru dan Penguatan Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun

oleh
Peringatan Dirgahayu ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia IGTKI-PGRI Sumedang di GOR Tadjimalela Sumedang, Kamis (4/6/2026).

BERITA SINGKAT

  • IGTKI-PGRI Kabupaten Sumedang memperingati HUT ke-76 di GOR Tadjimalela Sumedang.
  • Peringatan mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun”.
  • IGTKI-PGRI menegaskan pentingnya kesejahteraan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
  • Sepanjang 2025, IGTKI-PGRI Sumedang meraih sejumlah prestasi tingkat Jawa Barat dan nasional.
  • Pemkab Sumedang menilai guru TK memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi masa depan.

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG KOTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Sumedang berlangsung meriah di GOR Tadjimalela Sumedang, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun” tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, pengurus IGTKI-PGRI, kepala sekolah, guru taman kanak-kanak, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP IGTKI-PGRI yang disampaikan oleh Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Sumedang, Dian Nurmayanti, menegaskan bahwa usia 76 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh pengabdian dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, selama lebih dari tujuh dekade, IGTKI-PGRI telah menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan nasional melalui layanan pendidikan taman kanak-kanak yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Guru taman kanak-kanak memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, nilai moral, kemandirian, serta kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, pendidikan TK bukan sekadar tahap awal, melainkan fondasi utama bagi keberhasilan pendidikan sepanjang hayat,” kata Dian kepada sejumlah awak media.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat pada peringatan tahun ini memiliki makna strategis dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun yang idealnya dimulai dari pendidikan taman kanak-kanak.

Dian juga menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru. Menurutnya, guru yang sejahtera akan lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik generasi bangsa.

“Untuk mewujudkan wajib belajar 13 tahun, diperlukan penguatan peran pendidikan TK sebagai fondasi awal pendidikan nasional. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan berkualitas sejak usia dini akan lebih siap secara akademik, sosial, emosional, dan karakter dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.

Pada momentum HUT ke-76 ini, IGTKI-PGRI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru TK, memperkuat kompetensi guru secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperkuat peran pendidikan anak usia dini dalam sistem pendidikan nasional.

Dian juga memaparkan sejumlah capaian IGTKI-PGRI Kabupaten Sumedang sepanjang tahun 2025. Di antaranya meraih Juara II Tingkat Provinsi Jawa Barat pada lomba membatik, penghargaan Best Practice Gempita tingkat Jawa Barat, serta berbagai penghargaan bagi kepala sekolah dan guru berprestasi.

“Alhamdulillah, kami juga memiliki dua orang guru yang menjadi Master Trainer dalam program kerja sama pendidikan dengan Singapura. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sumedang,” ucapnya.

Selain itu, IGTKI-PGRI Kabupaten Sumedang berhasil merenovasi gedung sekretariat organisasi yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Renovasi tersebut terlaksana berkat semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak.

Pada kesempatan tersebut, Dian juga mengungkapkan kolaborasi IGTKI-PGRI dengan Bunda PAUD Kabupaten Sumedang dalam penyusunan buku edukasi anak bertajuk Jaga dan Sayangi Diri yang akan dilanjutkan dengan peluncuran buku kedua berjudul Diriku Berharga.

“Ini merupakan langkah penting dalam memberikan pendidikan seksual yang tepat bagi anak usia dini sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak,” paparnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Dian Sukmara, menegaskan bahwa keberadaan IGTKI-PGRI selama 76 tahun merupakan amanah besar dalam mencetak generasi penerus bangsa.

“HUT IGTKI bukan sekadar perayaan atau ajang berkumpul, tetapi momentum untuk mengingat kembali amanah yang diberikan kepada para pendidik anak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, tugas utama guru TK bukan hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, melainkan menjaga fitrah anak serta membentuk karakter generasi masa depan.

“Anak-anak adalah amanah. Guru memiliki tanggung jawab untuk menjaga pendengaran, penglihatan, hati, dan perkembangan mereka agar tumbuh menjadi generasi yang bersyukur, berakhlak, dan berkarakter,” tuturnya.

Dian Sukmara menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumedang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni agama, budaya, dan pendidikan karakter. Karena itu, pendidikan anak usia dini memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun masa depan bangsa.

“Bagaimana wajah bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana anak-anak mendapatkan pendidikan dan kasih sayang pada usia dini hari ini. Karena itu, keberadaan guru TK dan IGTKI-PGRI menjadi kunci keberhasilan pembangunan karakter bangsa,” pungkasnya.

(jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.