Lumpur Masuk Jalan, Dewan Hawatir Timbulkan Banyak Korban

oleh
TINJAU : Forkopimcam Jatinangor saat meninjau jalan Kiara Payung yang dipenuhi lumpur akibat adanya aktivitas tol Cisumdawu
TINJAU : Forkopimcam Jatinangor saat meninjau jalan Kiara Payung yang dipenuhi lumpur akibat adanya aktivitas tol Cisumdawu

JATINANGOR – Hujan deras yang terjadi pada Minggu (06/06) malam lalu, mengakibatkan lumpur dari kegiatan pengerjaan jalan Tol Cisumdawu meluap ke jalan Desa Sindangsari menuju Unpad Jatinangor, alhasil jalan menjadi licin dan menimbulkan banyak korban yang berjatuhan.

Lumpur yang memenuhi jalan sepanjang 1000 meter dan tebal 10 centimeter menimbulkan reaksi dari warga karena arus lalu lintas disana menjadi terhambat.

Camat Jatinangor Herry Dewantara melalui Kasi Trantib Jatinangor Endang Sukayat mengatakan setelah menerima laporan adanya penutupan akses jalan Kiara Payung Kec. Jatinangor pihaknya langsung mengecek kondisi tertutupnya Akses Jalan menuju Kiara Payung.

“Kejadian terjadi Minggu (06/06) sekitar pukul 23.00 WIB, akibat hujan deras berdampak pada tanah lumpur dari kegiatan pekerjaan jalan tol (cut and vill) terbawa arus dan menutupi akses jalan ini,” ucapnya.

Endang mengaku, pasca kejadian tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jatinangor bersama staf melaksanakan kunjungan pengecekan lapangan dan koordinasi dengan pihak CRBC dan PT. Adhi Karya selaku pelaksana percepatan pembangunan Tol Cisumdawu untuk difasilitasi pengerukan tanah lumpur yang menutupi akses jalan.

“Sekitar pukul 11.00 Wib dilaksanakan pengerukan lumpur dilokasi tertimbunya lumpur di jalan alternatif Sukasari-Jatinangor kurang lebih sepanjang 1000 Meter,” tambahnya.

Menanggapi persoalan tersebut. Anggota DPRD Sumedang Dapil V (Jatinangor-Cimanggung) Herman Habibullah mengaku prihatin dengan adanya luapan lumpur yang menutupi jalan mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terhambat.

“Terjadinya luapan lumpur ka jalan raya ini menjadi bagian dari akibat sebuah pembangunan. Oleh karena itu, saya berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Sumedang untuk melakukan langkah-langkah cepat terkait penertiban lumpur yang memenuhi jalan yang mengakibatkan kecelakaan yang tidak diharapkan,” ucapnya.

Herman mengaku, proyek pembangunan tol Cisumdawu ini masuk kepada skala prioritas untuk segera selesai. Tetapi disisi lain dampak sosialnya juga harus tetap diperhatikan.

“Semua sepakat bahwa pembangunan tol harus cepat selesai, tetapi saya secara pribadi sebagai anggota DPRD Dapil V berharap agar lumpur-lumpur atau tanah yang bersumber dari lalu lintas mobil berat yang mengangkut material ini secepatnya diselesaikan karena sudah banyak orang korban,” tambahnya.

Ia pun mengkhawatirkan apabila tidak ada upaya mengatasi luapan lumpur, apabila hujan kembali turun lumpur yang akan kembali menutupi jalan itu. Bahkan bisa lebih besar.

“Prihatin melihat seperti ini, karena kalau terjadi hujan besar seperti kemarin saya kira lumpur yang menutupi jalan akan sangat besar, oleh karena itu sekali lagi meminta kepada Pemda Sumedang segera melakukan langkah-langkah cepat agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diharapkan,” tutupnya. (tha).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.