RADARSUMEDANG.ID – Pengrajin Tahu yang tergabung dalam GAPINTA (Gabungan Pengrajin Tahu Tanjungsari – Pamulihan) menemui Bupati Sumedang untuk menyampaikan berbagai keluh kesahnya di Gedung Negara, Kamis (10/6).
Sekretaris Gapinta Deni mengatakan, ada beberapa permasalahan yang tengah dihadapi oleh para pengusaha tahu di wilayah Tanjungsari-Pemulihan.
Disampaikan bahwa, permasalahan mengenai limbah dan pengolahan limbah yang dianggap krusial. Terlebih setiap hari pabrik tahu berurusan dengan limbah, dan belum adanya jalan keluar atau solusi terbaiknya.
Selanjutnya mengenai permasalahan mengenai omset yang menurun akibat adanya pandemi Covid-19, serta permasalahan nasional yaitu mengenai harga kacang kedelai yang meningkat.
“Seperti kita ketahui, semua itu mengakibatkan daya beli masyarakat di pasar tradisional menurun. Belum lagi harga minyak goreng yang meningkat. Untuk itu dari permasalahan tersebut dibutuhkan solusi untuk menyikapinya,” ucap Deni.
Sementara Bupati Sumedang Sumedang, H. Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa permasalahan tersebut akan dikaji lebih dalam agar dapat mengahasilkan solusi yang terbaik.
Ia memastikan Pemda akan membantu untuk mengatasi persoalan limbah dan menyelamatkan ekonomi dimasa pandemi Covid-19. Terlebih dengan dilaksanakannya audiensi ini dirinya jadi lebih terinspirasi, untuk secepatnya memaksimalkan dalam mengolah limbah tahu.
“Untuk permasalahan harga kedelai dan minyak goreng, kendati merupakan kewenangan Pemerintah pusat. Namun hal itu tetap menjadi urusan Kabupaten yang harus dikomunikasikan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” katanya.
“Adapun solusi permasalahan mengenai limbah mulai dari sekarang coba dipikirkan upaya mengenai limbah. Cari pengolahan limbah yang murah kemudian nanti saya akan mamanggil DLHK Kab. Sumedang untuk klarifikasi,” tambahnya. (jim)





