Pembelajaran Tatap Muka di Sumedang Akan Diuji Coba Senin Depan

oleh

RADARSUMEDANG.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin memastikan per hari Senin 30 Agustus mendatang, Kabupaten Sumedang berencana akan melakukan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) untuk semua jenjang pendidikan.

Itu dikatakan Agus Wahidin usai menghadiri Rakor Forkopimda di Gedung Negara, Rabu (25/8) sore.

Menurutnya saat ini posisi Kabupaten Sumedang berada pada level kewaspadaan zona kuning dengan resiko rendah. Sehingga sebagaimana Sebagai informasi ada aturan terbaru dalam InMendagri 35/2021 ini yakni, mengenai adanya kemungkinan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi beberapa jenjang pendidikan.

Dalam dalam poin kelima tertulis ‘PPKM pada Kabupaten dan Kota di wilayah Jawa dan Bali dengan kriteria Level 3 (tiga) sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU dilakukan dengan
menerapkan kegiatan sebagai berikut:

Pelaksanaan pembelajaran di satuan
pendidikan dapat dilakukan melalui
pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan
Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri
Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440
– 717 Tahun 2021 tentang Panduan
Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa
Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID
-19), dan bagi satuan pendidikan yang
melaksanakan pembelajaran tatap muka
terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Untuk tingkat PAUD dan Dikmas seperti pelatihan-pelatihan dan kesetaraan, kita atur selama satu bulan penuh mulai minggu pertama sampai keempat hanya 25 persen dari kapasitas ruangan atau kelas,” kata Agus Wahidin saat dikonfirmasi Radar Sumedang di Gedung Negara, Rabu (25/8) petang.

Adapun kata dia untuk jenjang SD dan SMP atau sederajat diatur hanya 3 minggu selama satu bulan dengan kapasitas 50 persen dari ruang kelas.

“Untuk SD di minggu pertama kelas 1 dan 2, minggu kedua kelas 3 dan 4, minggu ketiga kelas 5 dan 6. Sedangkan minggu keempatnya semua Belajar Di Rumah (BDR). Begitupun dengan SMP minggu pertama kelas 7, minggu kedua kelas 8, minggu ketiga kelas 9, dan minggu keempatnya BDR alias sekolah dikosongkan untuk disterilkan,’ ujarnya.

Lanjut Agus Wahidin, untuk jenjang SMA/SMK maupun Aliyah tidak sama dengan jenjang SD dan SMP. Terlebih skema BDR untuk jenjang tersebut diberlakukan di minggu ketiga dalam satu bulan.

“Jadi minggu pertama untuk kelas 10, minggu kedua untuk kelas 11. Kemudian minggu ketiganya diberlakukan BDR dan minggu keempatnya kelas 12. Jadi BDR-nya enggak bareng,” imbuhnya.

Ia menyebutkan jika kasus positif Covid-19 di Sumedang terus melandai, skema ini akan dilaksanakan bagi sekolah yang betul-betul sudah siap dengan ‘syarat dan ketentuannya’ tanggal 30 Agustus 2021 hari Senin.

“Skema ini sudah disetujui oleh Forkopimda dengan berbagai catatan. Karena nanti akan kita pantau perkembangannya sehingga kita juga ada simulasinya dulu,” sebutnya.

Pria yang gemar mengoleksi tanaman bonsai ini juga menerangkan, skema ini hanya diperuntukkan bagi sekolah yang betul-betul siap dengan sarana prasarana yang dibutuhkan seperti wastafel, bilik disinfektan, masker cadangan, sekat meja belajar hingga hand sanitizer.

“bagi sekolah yang belum siap dengan sarana prasarana dan persyaratan lainnya, tidak usah dipaksakan Senin besok tapi bisa Senin minggu selanjutnya. Karena penentuan hari Senin itu dimaksudkan supaya tidak berbenturan jadwal pelajarannya alias Senin sampai Sabtu,” terang Agus seraya menyebut aturan yang berlaku akan disampaikan secepatnya.

Agus Wahidin menambahkan, jika melihat prosentase vaksinasi bagi sasaran pelajar dirasa masih rendah yakni sekitar 26 persen (data hari Rabu, 25 Agustus 2021).

“Vaksinasi sambil berjalan, dan aturan yang tadi saya katakan juga sambil berjalan. Nanti Dinas Kesehatan yang akan memimpin untuk vaksinasi, lebih lagi kita banyak menerima bantuan vaksin dari berbagai pihak. Pokoknya malam ini pun Disdik akan menindaklanjuti terkait hal ini,” jelas Agus Wahidin. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.