Fase pertama, untuk menguji keamanan dan keefektifan, dalam pelaksanaannya fase satu diperuntukkan untuk melihat apakah dengan menyuntikkan kepada orang-orang (dibawah 100 orang) akan timbal respon imun, jika ternyata memberikan reaksi maka akan diukur antibodinya.
Pada fase ini juga pembuat vaksin akan melihat apakah ketika vaksin sudah disuntikkan maka timbul effect samling atas tidak. Jika pada fase ini menunjukkan hasil yang baik maka pengujian akan dilanjutkan pada fase kedua.
Fase kedua, dalam fase ini dilakukan pengujian dengan membagi peserta kedalam dua Kelompok yaitu Kelompok yang sudah mendapatkan vaksin dan tidak mendapatkan vaksin.
Mereka yang mendapat vaksin akan dilihat lagi berapa kadar vaksinnya dan jika penyuntikkan harus dilakukan dua kali, maka kadar antibodi akan dilihat setelah dua kali penyuntikkan. Jika hasilnya aman, maka pengujian akan dilanjutkan lagi ke fase ketiga.
Fase ketiga, setelah melewati dua fase, tahapan selanjutnya adalah melakukan pengujian untuk mengetahui apakah ada efek camping yang jarang timbul dari proses vaksin ini atau tidak.
Diasumsikan, jika jumlah relawan yang diujikan kecil, maka effekt yang muncul adalah efek yang dianggap sering timbul.
Setelah melalui beberapa fase, dengan tibanya Vaksin COVID-19 Sinovac di Republik Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020 seolah menjadi solusi dari peliknya problematika covid 19 yang selama ini merenggut kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada 6 Desember 2020, sebanyak 1,2 juta vaksin COVID-19 buatan Sinova tiba di Indonesia.






