Andil Polri Dalam Percepatan Vaksinasi Covid-19

oleh
Brigtar Rayhan Rasendriya & Brigtar Jhonathan Sitorus (Taruna TK IV Akademi Kepolisian)

Oleh : Brigtar Rayhan Rasendriya & Brigtar Jhonathan Sitorus

(Taruna TK IV Akademi Kepolisian)

Covid-19 menjadi fenomena sekaligus wabah yang menyerang seluruh warga dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia, wabah ini bermula dari pesta dansa yang berlangsung di Klub Paloma & Amigos, peserta dari acara tersebut tidak hanya Warga Negara Indonesia namun ada Warga Negara Jepang yang belakangan ini diketahui identitasnya tinggal di Malaysia dan melakukan perjalanan ke Indonesia, sangat disayangkan ternyata Ia mengidap Covid-19. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut bahkan sampai kematian.

Pemerintah Indonesia, dengan segala daya upaya memberantas penyebaran Covid 19 yang semakin hari kerap makin melonjak. Bahkan, sempat selama enam bulan terakhir dalam satu hari bisa terkonfirmasi dari 1000 data konfirmasi positif Covid-19.

Menurut data yang dikutip dari covid19.go.id per hari Kamis 4 November 2021 setidaknya terjadi penambahan sebesar 628 kasus terkonfirmasi positif covid-19 dan penambahan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 837 kasus dan penambahan 19 pasien yang dinyatakan meninggal dunia.

Dengan bertambahnya kasus covid-19 setiap harinya, hal ini sangat mempengaruhi semua bidang kehidupan masyarakat dari mulai pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.

Dalam dunia pendidikan, pandemi Covid-19 menyebabkan ditutupnya sekolah dan pengalihan sistem luring menjadi daring. dengan kondisi pembelajaran daring nyatanya tidak semua siswa/i Indonesia mampu menyesuaikan diri terhadap sistem ini, tidak sedikit daripada mereka justru kewalahan dan mengalami ketidakcocokan dengan sistem ini hal itu dikarenakan tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran, jaringan yang kerap kali tidak stabil, dan tidak adanya pengawasan dari orang tua yang mengakibatkan banyak siswa justru tidak mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dengan baik dan benar.

Selanjutnya, dalam bidang ekonomi pandemi covid-19 justru sangat diperangi oleh masyarakat mengingat dengan beberapa kebijakan yang ada contohnya PSBB dan PPKM yang memberikan batasan jarak pergi dan pemberlakuan jam malam sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat Indonesia. tidak sedikit para pedagang justru gulung tikar dalam masa pandemi ini dibuktikan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Ketua Koordinator Komunitas Warung tegal Nusantara (Kowantara) yaitu Mukroni beliau mengatakan bahwa 25% pengusaha warteg kehilangan pelanggan dan memilih untuk pulang kampung.
Dengan beberapa dampak yang disebutkan di atas, sudah menjadi kewajiban Pemerintah selaku penyelenggara negara untuk mewujudkan negara berbasis kesejahteraan sosial.

Cita-cita tersebut dapat diwujudkan dengan cara pemutusan rantai penyebaran Covid-19 melalui vaksinasi Di seluruh Dunia, tercatat ada 160 kandidat vaksin dan 50 diantaranya sudah melewati uji klinis.

Vaksin sinovac yang berasal dari Cina melakukan uji klinis dengan 29.000 responden. Vaksin moderna melakukan uji coba pada 30.000 responden dalam pengujian ketiga.

Menurut data yang dikemukakan WHO, sejatinya proses pengadaan vaksin harus melewati lima tahap yaitu Praklinis, fase pertama, fase kedua, dan sampai pada tahap berizin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.