Bisnis HNI sejak Sekolah, Masih Muda Sudah Miliki Mobil Sendiri  

oleh

KOTA, RADARSUMEDANG.ID–Sejak muda sudah terbiasa berusaha, maka di masa tua kelak tinggal menikmatinya. Itulah yang dilakoni oleh sosok pemuda asal Cianjur Selatan Agus Indra Kurniawan (Co Led) yang telah menjalankan bisnis di Halal Network International (HNI).

Agus mengaku mengenal bisnis menjual produk-produk herbal kesehatan, home care dari HNI sejak duduk di bangku SMK. Yang terinsipirasi dari salah seorang guru olahraganya. Saat itu guru Agus yang bernama Entang sudah menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi herbal HNI dan berbisnis HNI.

“Saat masih SMK mulai meniru bisnis dari guru futsal saya Pak Entang. Kemudian sering ikut pelatihan-pelatihan ke berbagai kota, hingga ke Jakarta, karena ada program kewirausahaan sekolah,” ulas Agus dalam acara grand home sharing yang digelar BC HNI Jatinangor, Rabu (10/11/2021) secara daring melalui zoom meeting.

Setelah lulus SMK, Agus benar-benar menekuni bisnis HNI, dengan menduplikasi cara-cara yang dilakukan mentornya yakni Entang.

“Bisnis di HNI itu terbilang mudah, karena ada mentor dan bisa menduplikasi cara yang dilakukan mentor, intinya the power of duplication,” terangnya.

Agus mengungkapkan setelah lulus SMK lebih memilih menunda kuliah dan terus menjalankan bisnis HNI-nya. “Bukan kuliah itu tidak penting, karena memang dari sisi finansial saat itu belum cukup untuk biaya kuliah. Pak Entang sendiri yang seorang PNS malah memilih resign dari PNS dan sukses menjalankan bisnis HNI hingga saat ini,” jelasnya.

Awal menjalankan bisnis di HNI, Agus menduplikasi cara Entang. “Saat pertama menjalankan bisnis, saya memilih membangun mitra dengan sasaran para emak-emak. Kenapa harus emak-emak, tujuannya untuk membangun fondasi bisnis yang kuat. Biasanya emak-emak itu akan konsisten dari awal, ketika memang produk yang kita tawarkan benar-benar dibutuhkan, mereka akan terus memakainya,” ungkap Agus lagi.

Akhirnya Agus pun menjalankan formula sukses bisnis HNI, dengan home sharing dari pengajian ke pengajian menjual produk-produk herbal dan home care dengan harga konsumen. “Alhamdulillah marginnya dari jualan harga konsumen bisa saya tabung. Setelah setahun tabungan saya tembus Rp 200 juta,” sebutnya.

Untuk menunjang bisnisnya Agus pun memutuskan untuk memiliki satu unit mobil baru seharga Rp 220 juta. “Jadi kendaraan ini benar-benar hasil dari menjalankan bisnis HNI dengan home sharing, Gesit dan PCA,” tukasnya.

Agus berbagi tips sukses menjalankan bisnis HNI. “Tipsnya sederhana, pertama jangan patah semangat karena ada mentor yang membimbing, harus fokus ke tujuan kita dengan memiliki mind set yang benar, dan jangan mudah menyerah dengan suatu keadaan,” urai Agus.

Misalnya, saat Agus menawarkan pasta gigi herbal HNI, banyak orang yang mengeluhkan tentang harganya yang mahal dan sebagainya.

“Kalau ada yang mengeluhkan masalah harga atau kualitas produk, para agen jangan langsung menyerah. Berilah edukasi, terangkan misalnya kenapa banyak orang yang setiap hari gosok gigi tetapi masih banyak juga yang sakit gigi. Kenapa karena pasta gigi umumnya banyak mengandung sodium floride dan bahan kimia lainnya yang bisa membuat mual dan muntah. Sementara pasta gigi herbal HNI benar-benar bisa mengatasi segala keluhan pada gigi,” urainya.(rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.