Kelompok Guru Berbagi Bertekad Genjot Literasi

oleh
Kepala Sekolah SD Alam Bukit Akasia yang akrab dipanggil Abah Tasaro bersama sejumlah guru PAUD (formal/non formal)

RADARSUMEDANG.ID, TANJUNGSARI-Lebih dari 30 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) formal dan non formal di perbatasan Kecamatan Tanjungsari dan Jatinangor, Sabtu (20/3) berkumpul di kawasan Bukit Akasia dalam acara silaturrahim, seminar, hingga tur berkeliling kawasan Edu Agro Wisata Bukit Akasia.

Di akhir acara, para kepala sekolah dan guru PAUD ini bersepakat perihal pentingnya sebuah gerakan literasi dan edukasi lintas lembaga untuk saling menguatkan dan terus menerus berbagi pengetahuan dan semangat untuk mendidik generasi baru Sumedang. Komunitas baru ini diberi nama “Kelompok Guru Berbagi.”

Dalam acara itu, Wakil Ketua Yayasan Bukit Akasia yang juga penulis nasional, Tasaro Gk, menyampaikan materi bertema “Generasi Alfa, Anak Didik Kita.” Karena seluruh peserta didik di tingkat PAUD sedunia saat ini adalah generasi baru yang lahir setelah tahun 2010, dirasa penting untuk memahami karakteristik mereka dan menyiapkan masa depannya.

“Tidak bisa dibantah bahwa PAUD, baik itu di TK, RA, maupun Kelompok Bermain sangat menentukan kualitas generasi Alfa. Guru PAUD mesti memahami benar perbedaan karakter generasi abad 21 ini sehingga bisa mendidik dengan tepat,” ujarnya di hadapan para peserta kegiatan.

Kepala Sekolah SD Alam Bukit Akasia yang akrab dipanggil Abah Tasaro ini lalu menyebutkan bahwa para peneliti memastikan meski generasi Alfa sangat akrab dengan teknologi, karakteristik mereka beda dengan generasi pendahulunya. Generasi Z, lahir tahun 1996-2010, yang disebut sebagai Generasi Stroberi sangat lekat dengan produk teknologi. Sedangkan Generasi Alfa yang lahir sebagai “tuan rumah era gawai” justru punya keseimbangan yang menakjubkan.

Abah Tasaro saat menyampaikan materi bertema “Generasi Alfa, Anak Didik Kita

“Anak Alfa akrab dengan gawai tapi sangat suka bermain di alam bebas dan punya kesadaran akan lingkungan yang kuat,” tambah Abah Tasaro.

Salah satu faktor penyebab karakter unik ini, karena generasi Alfa mayoritas adalah anak kandung generasi Y alias Milenial. Generasi Milenial yang lahir antara 1980-1994 mengalami masa sebelum “tsunami” teknologi sehingga mampu mengevaluasi kekurangan dan kelebihan teknologi. Ini menjadi bekal mereka mendidik Generasi Alfa untuk lebih bijaksana dalam menyeimbangkan hidup mereka.

Senada dengan pendapat ini, Ketua Yayasan Bukit Akasia Sintia Dewi Markin dalam pengantar virtualnya mengatakan bahwa misi besar Kawasan Edu Agro Wisata Bukit Akasia adalah menggerakkan masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan belajar banyak hal terkait dengan kelestarian Bumi.
“Kita tinggal di bumi yang sama sehingga sudah semestinya kita tahu cara melestarikan bumi dan menyiapkanya untuk generasi yang kelak akan mewarisinya,” ungkap Sintia.(*/rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.