RADARSUMEDANG.ID – Fajar (22) warga Lingkungan Dano Lama, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang harus meringis kesakitan sekitar 1 jam. Itu setelah tangannya terjepit mesin adonan kerupuk. Peristiwa mengerikan itu terjadi di pabrik kerupuk sekitar rumahnya, tempat Fajar bekerja, pada Sabtu (9/4) siang.
Rekan kerja Fajar, Agus menuturkan, peristiwa itu terjadi saat Fajar sedang membersihkan mesin adonan kerupuk. Tanpa mematikan dulu mesinnya. Tangan kanan Fajar kemudian tergilas mesin yang masih berputar.
“Mesinnya lupa dimatikan. Tangannya kan masuk, terus tergencet, terjepit,” kata Agus.
Beruntung rekan Fajar yang mengetahui kejadian itu langsung mematikan mesin. Sehingga keadaan tidak tambah parah. Namun tangan Fajar masih dalam keadaan terjepit.
“Sempat kami berusaha evakuasi pakai gurinda. Tapi karena takut salah kami panggil damkar,” ujarnya.
Menerima laporan ada warga yang terjepit mesin kerupuk, petugas Damkar Wilayah Sumedang Kota langsung menuju lokasi kejadian.
“Kami terima laporan sekitar pukul 13.30. Saat tiba di lokasi warga di sana juga sedang berusaha evakuasi. Karena keterbatasan peralatan maka kami ambil alih penanganannya,” kata Danton Damkar Wilayah Sumedang Kota, Yayat Hidayat.
Evakuasi dilakukan dengan cara memotong besi yang menjepit tangan kanan Fajar menggunakan mesin gurinda dengan sangat hati-hati. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis dan menegangkan, ibu Fajar yang nenyaksikan tak bisa berhenti menangis.
Tangan Fajar akhirnya berhasil dikeluarkan setelah evakuasi selama setengah jam, dengan cara memotong besi yang menjepit tangannya dan langsung dibawa oleh tim Public Service Center (PSC) ke RSUD Sumedang untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain sempat mengeluarkan banyak darah, dari hasil observasi awal tangan kanan Fajar menderita patah tulang. “Kondisinya stabil, namun untuk lebih jauhnya menunggu dulu dokter ahli,” kata staf Humas RSUD Sumedang, Leni Natalia. (gun)





