RADARSUMEDANG.ID – Tidak terasa pengajian rutinan Majelis Ta’lim Bersatu (MTB) di Masjid Agung Sumedang sudah memasuki ke-100. Pengajian rutin digelar setiap malam Jum’at minggu kedua ini di isi dengan ceramah yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah Abuya KH. Muhyiddin Abdul Qadir Al-Manafi MA.
Ada momen istimewa pengajian MTB ke-100 tersebut. Seusai tausiah dilanjutkan dengan doa bersama, mendoakan alm Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril (22) yang ditemukan Kepolisian Bern pada Rabu waktu setempat di Bendungan Engehalde di Bern.
Putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu, ditemukan setelah KBRI Bern di Swiss mengumumkan Eril telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Meskipun ditemukan dalam keadaan wafat, namun semua orang sudah menyolatkan dan mendoakannya,” ucap Abuya. Kamis (09/06) malam.
Abuya menyebutkan, bahwa dalam sebuah hadist, salah satu yang menjadikan seorang hamba matinya mati sahid, kalau dia matinya dengan sebab musibah tenggelam.
“Mudah-mudahan alm Eril ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT, digolongkan kepada golongan yang mati sahid. Karena seorang muslim, apabila matinya dengan tenggelam dia akan mendapatkan pengkat sahid,” ucapnya.
Ia berharap, orang tua Eril Gubernur Jabar, Ridwal Kamil dan Ibu Atalia Praratya diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.
“Tentunya orang tuanya akan merasa terpukul, dengan musibah yang diderita anaknya. Karena anak lelaki satu-satunya yang sangat diharapkan menjadi penerus perjuangan orangtuanya. Namun takdir Allah berkata lain. Mudah-mudah Allah SWT memberikan derajat tinggi kepada orang tuanya dan munghujankan rahmat dan ampunan dan solawat dari Allah kepada orang tuanya yang sabar dan saleh,” katanya.
Abuya menjelaskan, pengajian MTB ini bisa mengenal sifat-sifat Allah. Sifat wajib, mustahil dan jaiz serta mengenal ajaran Allah yang lurus yang diturunkan bagi kita dalam kehidupan. Sehingga segala permasalahan kehidupan bisa terjawab ketika kita sudah dekat dengan Allah.
“Pengajian MTB akan menjadi solusi. Karena sebagai umat muslim sangat membutuhkan Allah, tidak ada satu pun di antara mahluk yang tidak membutuhkan Allah. Walaupun sering tidak sadar, sering membutuhkan makhluk karena kebodohan. Padahal seharusnya yang harus lebih dibutuhkan adalah karena Allah maha segalanya,” tuturnya. (tha)





