RADARSUMEDANG.ID – Festival Olahraga Rekreasi ke-4 Provinsi Jawa Barat (Forprov) Tahun di Sumedang berlangsung meriah. Di Kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang, cabor yang dimainkan yakni egrang, lari balok, sumpitan, hadang, terompah panjang dan ketapel.
Para peserta mulai dari kalangan remaja hingga lansia mengikuti perlombaan tersebut. “Kami ingin promosikan lagi lebih luas kepada semua semua masyarakat, dari usia anak-anak, remaja hingga lansia untuk berolahraga,” kata Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Barat, Denda Alamsyah.
Menurutnya, olahraga rekreasi merupakan investasi. Oleh karena itu harus jadi gaya hidup masyarakat. “Kalau sehat tentunya akan produktif. Jadi mari terus bergerak apapun bentuknya yang penting budaya gerak bisa dilakukan dimana saja kapan saja,” tuturnya.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, olahraga tradisional harus dilestarikan jangan sampai hilang. Oleh karena itu harus sering dimunculkan.
“Harus melawan terus budaya yang kurang baik yang datang dari luar. Kalau tidak dipromosikan anak-anak juga tidak akan tahu kaulinan barudak ini,” ucapnya.
Lebih jauh bupati mengatakan, lewat ajang Forprov ini pihaknya juga mempromosikan destinasi wisata yang ada di Sumedang kepada para peserta.
“Dalam kesempatan ini saya mengajak kepada peserta Forprov yang berasal dari kota dan kabupaten di Jawa Barat untuk bisa menikmati destinasi wisata yang ada di Sumedang,” ujarnya.
Bahkan, bupati memastikan jika peserta bakal menyesal jika tidak melakukan kunjungan ke destinasi wisata yang ada di Sumedang saat berada di Sumedang.
“Jadi silakan peserta bisa ajak pimpinan rombongannya untuk bisa menikmati destinasi wisata yang ada di Sumedang,” ucapnya.
Dony menggambarkan, beberapa destinasi wisata yang layak dikunjungi peserta diantaranya museum Prabu Geusan Ulun, dan makam Cut Nyak Dhien di kawasan Gunung Puyuh. Kemudian juga wisata air panas di Kecamatan Buahdua, wisata alam Citengah.
Destinasi wisata lainnya, yakni kawasan wisata Waduk Jatigege seperti Kampung Buricak Burinong, Bukit Pasir Cinta dan Puncak Damar hingga Masjid Al-Kamil. (gun)







