RADARSUMEDANG.ID – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang memastikan Sumedang saat ini sudah zero atau nol kasus aktif penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun demikian masyarakat khususnya peternak sapi dihimbau untuk tetap waspada.
Ketua Satgas Penanganan PMK Kabupaten Sumedang drh. Lia Indrawati mengatakan, meskipun saat ini Sumedang telah zero kasus aktif PMK, namun kasus tersebut sewaktu waktu bisa kembali ada. Hal ini karena adanya lalulintas ternak sapi dari luar daerah yang masuk ke Sumedang, sehingga sangat memungkinkan membawa penyakit.
“Untuk itu kami menghimbau kepada peternak untuk tetap waspada, terutama ketika kedatangan sapi dari luar wilayah Sumedang,” ujar Lia, Senin (9/1).
Dikatakan Lia, ketika kedatangan atau mendapatkan sapi dari luar daerah, masyarakat dihimbau untuk segera melapor ke petugas. Hal itu sebagai upaya pencegahan masuknya PMK.
“Sapi yang baru masuk tersebut nantinya dikarantina selama 2 minggu. Jadi ketika tidak ada gejala dan belum divaksin maka petugas akan memberikan vaksin,” katanya.
Lebih jauhnya dikatakan, ada pembeda antara sapi yang telah divaksin dan yang belum. Sapi yang telah divakin diberi tanda anting yang berupa barcode, dimana di dalamnya ada data kapan sapi tersebut divaksin dan kapan harus divaksin lagi.
Adapun sejak kasus PMK menyerang Sumedang pertengahan tahun 2022, total ada 3.115 ekor sapi yang terserang dengan rincian 101 ekor sapi mati bangkar, 142 ekor sapi mati disembelih dan 2.872 ekor sapi sembuh. (gun)





