RADARSUMEDANG.ID – Sebanyak 15 kepala desa (Kades) di Kabupaten Sumedang diprediksi akan mengundurkan diri pada tahun 2023. Hal tersebut lantaran sejumlah kepala desa itu disinyalir akan mencalonkan diri menjadi calon legislatif pada Pileg 2024.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Dadang Rustandi mengatakan, untuk mengisi jabatan yang kosong ini akan ditempatkan Pejabat Sementara dari kantor kecamatan.
“Kami juga belum bisa memastikan berapa kades yang akan nyaleg, namum berdasarkan obrolan-obrolan tercatat ada sekitar 15 kades yang akan nyaleg,” ungkap Dadang, belum lama ini.
Dijelaskan Dadang, untuk memastikan, pihaknya juga masih menunggu kepastian hukum bagi kades yang akan nyaleg. Namun, dipastikan kades harus mundur ketika daftar menjadi caleg.
Lebih jauhnya dikatakan Dadang, para kades yang akan maju dalam Pileg 2024 mendatang umumnya adalah hasil pemilihan 2018 dan akan berakhir pada tahun 2024. Ia pun tidak memungkiri kalau banyak kades yang nyaleg dan berhasil selama ini, karena memang sudah memiliki modal suara.
“Kita tunggu saja nanti berapa pastinya kades yang akan mundur dan nyaleg di Pemilu 2024,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Apdesi DPC Kabupaten Sumedang Deden Darmawan Sugara menilai bagus, asalkan tidak menyalahi aturan berlaku. “Baguslah, ada keinginan untuk lebih maju,” sebut Deden.
Deden menyebut, DPMD Kabupaten Sumedang sudah meminta data ke setiap kecamatan mengenai siapa saja kepala desa yang hendak mencalonkan diri pada Pileg mendatang. Kemungkinan minggu depan data tersebut sudah mulai masuk ke setiap kecamatan. “Jadi sekarang jumlah pastinya belum jelas, apakah itu 15 kades atau lebih atau kurangnya,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah Deden Darmawan Sugara sendiri juga ikut hendak mencalonkan, secara diplomatis dia menjawab tergantung situasi dan kondisi (sikon) nanti. “Niat dan rencana ada, tapi itu tergantung sikon nanti. Jika April nanti saya mundur dari kades berarti udah fik, tapi kalau tak memungkinkan ngapain dipaksain,” ungkapnya. (gun/tri)







