ISBI Bandung Ajak Kenalkan Potensi Lokal Sumedang Lewat Perfilman 

oleh
WORKSHOP: Sejumlah komunitas perfilman yang ada di Sumedang juga para pelajar dari SMK Informatika saat mengikuti workshop konten visual yang diinisiasi oleh ISBI Bandung di GCC, Senin (7/8).

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung mencoba melakukan edukasi kepada para insan kreatif yang ada di Sumedang dengan melaksanakan pelatihan pembuatan konten visual. 

Sejumlah siswa-siswi dari SMK Informatika Sumedang juga perwakilan komunitas perfilman di Sumedang dilibatkan pada kegiatan ini dengan menghadirkan beberapa narasumber dari ISBI Bandung di ruang kelas Gedung Creative Center (GCC) Sumedang.

Menurut Ketua Jurusan Televisi dan Film ISBI Bandung, Dara Bunga Rembulan S.Sn,. M.Sn, program pelatihan ini berawal dari kegelisahan dirinya terhadap dunia perfilman yang ada di daerah. Karenanya, ISBI mencoba menumbuhkan geliat perfilman di nasional, salah satunya di daerah Sumedang. 

Dalam kesempatan ini pihaknya melakukan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dengan workshop perfilman. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah produksi film daerah.

“Kita ingin anak-anak muda juga komunitas film yang sudah ada potensinya. Karena Sumedang punya potensi alam yang bisa kita olah dan kemas dalam bentuk produksi film. Jadi ada sinergitas antara kami insan perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” kata Dara kepada Radar Sumedang, Senin (7/8).

Setelah dilakukan workshop lanjut dia, mereka yang mengikuti workshop diharapkan bisa memproduksi konten visual berupa film fiksi maupun film dokumenter. Namun yang terpenting yaitu sejauh mana produksi konten yang dihasilkan dapat menarik wisatawan untuk datang ke Sumedang dengan segala potensi yang dimiliki, juga akses yang mudah melalui Tol Cisumdawu. 

“Satya tidak pernah datang dan gaji tentang Sumedang, namun begitu ada akses yang mudah ternyata potensinya banyak. Hanya saja informasi yang dihasilkan sangat terbatas sehingga siapa tahu melalui geliat mereka yang suka dunia perfilman bisa mengemas potensi lokal dalam bentuk audio visual,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa produksi film merupakan sarana yang paling mudah diterima oleh masyarakat. Sarana itu nantinya akan menyampaikan pesan supaya potensi lokal dapat terangkat ke tingkat nasional.

Dirinya melihat para komunitas perfilman dan pelajar sudah memiliki rasa memiliki daerah asalnya. “Sebetulnya nanti akan ada hasil filmnya, dan mudah-mudahan film yang kita buat bersama-sama ini bisa didistribusikan meskipun sederhana. Tapi setidaknya kita mulai menumbuhkan rasa percaya diri teman-teman komunitas dan pelajar. Yang sebelumnya main Tiktok atau reels Instagram bukan cuman geser story saja, tapi timbul ide yang mungkin bisa diangkat untuk diunggah ke media sosial,” jelasnya.

Senada dengan itu, salah seorang narasumber Ruvus Goang Suara Desi S.Fil., M.Phil mengajak kepada insan kreatif perfilman juga pelajar untuk mengenal potensi lokal melalui media perfilman. Potensi lokal di Sumedang banyak, hanya saja penggaliannya belum maksimal. 

“Makannya pelatihan konten visual ini membekali para anak-anak muda yang produktif yang saat ini bergantung pada media sosial bisa membuat konten visual untuk mengangkat asal kotanya. Sehingga nantinya akan menjadi media promosi di media sosial,” jelas Ruvus. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.