Peminat Membludak, 624 Calon Siswa Daftar Program Sekolah Maung di SMAN 1 Sumedang

oleh
Sejumlah calon siswa Sekolah Maung saat berfoto bersama usai melakukan uji kompetensi non akademik di Kampus SMANSA Sumedang sebagai pelaksana Sekolah Maung di Sumedang, Rabu (4/6/2026).

BERITA SINGKAT

  • Sebanyak 624 calon siswa mendaftar Program Sekolah Maung di SMAN 1 Sumedang.
  • Jalur prestasi akademik menjadi yang paling diminati dengan sekitar 500 pendaftar.
  • Peserta jalur non-akademik wajib mengikuti uji kompetensi oleh tim independen.
  • Hasil seleksi akan diumumkan pada 8 Juni 2026 setelah melalui tahapan penilaian ketat.
  • Sekolah Maung ditargetkan mencetak generasi unggul dan calon pemimpin masa depan.

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG KOTA – Antusiasme masyarakat terhadap Program Sekolah Maung di Kabupaten Sumedang terbilang sangat tinggi. Dalam empat hari masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sebanyak 624 calon siswa tercatat mendaftar di SMAN 1 Sumedang yang ditunjuk sebagai pelaksana Program Sekolah Maung di Kabupaten Sumedang.

Petugas PPID SMAN 1 Sumedang, Taryat Sudrajat, mengatakan jumlah pendaftar tersebut berasal dari tiga jalur seleksi yang dibuka, yakni jalur potensi akademik, jalur prestasi akademik, dan jalur prestasi non-akademik.

“Total pendaftar sampai saat ini mencapai 624 orang. Yang paling banyak berasal dari jalur prestasi akademik sekitar 500 orang, jalur potensi akademik sembilan orang, sedangkan jalur non-akademik sebanyak 104 orang,” kata Taryat saat ditemui di Kampus SMAN 1 Sumedang, Rabu (4/6/2026).

Menurutnya, calon siswa pada jalur potensi akademik harus memiliki hasil tes IQ minimal 130 dari lembaga psikologi yang kredibel. Sementara jalur akademik mempertimbangkan nilai rapor dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Adapun jalur non-akademik diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga, olimpiade, seni budaya, bahasa, kepemimpinan, maupun kepramukaan.

Saat ini proses seleksi masih berlangsung, terutama bagi peserta jalur non-akademik yang harus mengikuti uji kompetensi. Untuk menjaga objektivitas penilaian, pengujian dilakukan oleh tim independen dari luar sekolah.

“Kami mengambil tim penguji dari luar sekolah yang independen dan kredibel karena sesuai petunjuk pelaksanaan, proses penilaian tidak boleh dilakukan oleh pihak internal sekolah. Kami melibatkan para ahli profesional sesuai bidangnya,” ujarnya.

Taryat mengakui pelaksanaan Program Sekolah Maung menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait sosialisasi yang waktunya sangat terbatas. Setelah program diluncurkan pada 18 Mei 2026, pihak sekolah hanya memiliki waktu beberapa hari untuk melakukan sosialisasi ke SMP dan MTs sebelum pendaftaran dibuka pada 25 hingga 29 Mei 2026.

“Jujur saja ini program baru dan kami mendapat penugasan dalam waktu yang sangat singkat. Kami harus bergerak cepat melakukan sosialisasi ke SMP dan MTs. Bahkan masih ada calon siswa yang datang untuk mendaftar setelah masa pendaftaran ditutup karena belum mendapatkan informasi,” ucapnya.

Meski demikian, tingginya minat masyarakat menunjukkan besarnya kepercayaan terhadap program tersebut. Seluruh peserta akan menjalani proses seleksi ketat sebelum hasil akhir diumumkan pada 8 Juni mendatang.

“Nanti setelah seluruh tahapan uji kompetensi selesai akan dilakukan pembahasan bersama dewan guru, kepala sekolah dan KCD Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk menentukan peserta yang lolos,” imbuh Taryat.

Ia menjelaskan, untuk jalur IQ dan akademik, sekolah hanya melakukan validasi dokumen yang telah dimiliki peserta. Sekolah tidak melakukan intervensi terhadap nilai maupun hasil tes yang diperoleh calon siswa.

“Kalau prestasi non-akademik, kami hanya membuktikan bahwa kemampuan yang tercantum dalam berkas memang benar dimiliki oleh siswa melalui uji kompetensi,” terangnya.

Taryat berharap kehadiran Sekolah Maung mampu melahirkan generasi unggul yang siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan menjadi calon pemimpin masa depan.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Sumedang akan membuka 12 rombongan belajar (rombel) bagi siswa kelas X dengan kapasitas masing-masing 32 siswa.

“Pada saat pendaftaran, kepala sekolah asal turut memberikan rekomendasi bahwa siswa tersebut memiliki kesiapan melanjutkan pendidikan sesuai bidang yang diminati. Harapannya, Sekolah Maung dapat mencetak sumber daya manusia unggul yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang,” katanya.

Sebagai informasi, Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul merupakan program pendidikan unggulan yang digagas oleh Dedi Mulyadi. Program ini dirancang untuk menjaring peserta didik berprestasi melalui seleksi berbasis kompetensi akademik maupun non-akademik guna mencetak generasi unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Seleksi dilakukan secara ketat dan bebas intervensi sehingga hanya siswa terbaik yang dapat diterima dalam program tersebut.

(jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.